Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Asyā'akum (أَشْيَاعَكُمْ): orang-orang yang serupa dengan kalian dalam kekufuran, yaitu umat-umat terdahulu yang menentang para rasul.
- Muddakir (مُدَّكِر): orang yang mengambil pelajaran dan nasihat, lalu menghentikan perbuatan dosanya.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan bahwa Dia telah membinasakan orang-orang yang serupa dengan kaum musyrikin Quraisy dalam kekufuran dan kedurhakaan dari umat-umat terdahulu. Mereka adalah kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, kaum Luth, dan Fir'aun beserta pengikutnya yang telah dihancurkan dengan berbagai azab yang pedih. Setelah kebinasaan mereka, Allah menyeru dengan pertanyaan yang menggugah hati: "Adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Pertanyaan ini bukan sekadar bertanya, melainkan sebuah ajakan yang penuh kasih sayang agar manusia mau merenungkan kembali nasib orang-orang yang durhaka di masa lalu.
Sungguh, sejarah telah mencatat bagaimana keangkuhan dan kesombongan mereka berakhir dengan kehancuran yang sangat mengerikan. Padahal mereka memiliki kekuatan, harta, dan pengikut yang banyak, namun semua itu tidak mampu menolak azab Allah sedikit pun ketika ketetapan-Nya datang. Ini menjadi bukti nyata bahwa tidak ada satu pun yang dapat melindungi manusia dari siksa Allah apabila mereka terus-menerus dalam kekufuran dan kemaksiatan.
Pelajaran dan Nasihat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah panggilan kasih sayang dari Rabb kita agar kita menjadi hamba yang cerdas. Orang yang cerdas adalah yang mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian di sekitarnya, bukan yang lalai dan terus terlena. Perhatikanlah bagaimana Allah membinasakan umat-umat terdahulu karena kesombongan mereka, padahal mereka lebih kuat dan lebih hebat dari kita. Maka betapa mudahnya Allah untuk membinasakan kita jika kita terus berpaling dari kebenaran.
Marilah kita jadikan kisah-kisah kehancuran umat terdahulu sebagai cermin untuk memperbaiki diri. Jangan sampai kita menjadi orang yang disebut oleh Allah sebagai "asyā'" (serupa) dengan mereka dalam kekufuran dan kedurhakaan. Sebaliknya, jadikanlah diri kita sebagai "muddakir" — orang yang selalu mau mendengar nasihat, merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah, dan segera bertobat sebelum datangnya azab yang tidak dapat ditolak.
Ingatlah, Allah tidak menceritakan kisah-kisah ini kepada kita kecuali agar kita selamat dari azab-Nya dan meraih rahmat-Nya. Maka beruntunglah orang yang mau mengambil pelajaran, dan celakalah orang yang berpaling dari peringatan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mengambil pelajaran dari setiap ayat dan kejadian, serta menjauhkan kita dari segala bentuk kesombongan dan kedurhakaan. Aamiin.
📜 Ayat 49-53 — Al-Qamar
Terjemah — Al-Qamar 51
Surat Al-Qamar Ayat 51 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu.…Surat Ayat 51/55 — Al-Qamar القمر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qamar Dengarkan, Al-Qamar Terjemah, Al-Qamar mp3, Al-Qamar pdf. Ayat 49–53. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








