Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Ālā'i: Nikmat-nikmat, karunia, dan kebesaran Allah yang tak terhitung jumlahnya.
- Tukadzdzibān: Kalian berdua mendustakan (kaum jin dan manusia).
Tafsir:
Wahai manusia dan jin, setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan berbagai nikmat-Nya yang agung—termasuk dua surga yang dijanjikan bagi orang-orang bertakwa, serta dua surga lainnya yang berada di bawahnya—Allah mengulangi pertanyaan yang penuh makna: *"Maka nikmat Tuhan kamu berdua yang manakah yang kamu dustakan?"*
Ayat ini adalah teguran yang lembut namun sangat dalam maknanya. Allah mengingatkan kita tentang betapa banyaknya nikmat yang telah Dia curahkan kepada kita—nikmat yang tak terhitung jumlahnya, dari yang tampak hingga yang tersembunyi, dari yang lahir hingga yang batin. Mulai dari udara yang kita hirup, air yang kita minum, makanan yang kita makan, hingga nikmat iman dan petunjuk yang merupakan nikmat terbesar dalam hidup ini.
Pertanyaan ini diulang-ulang dalam Surah Ar-Rahman sebanyak 31 kali sebagai bentuk penegasan dan penggugah hati. Setiap kali Allah menyebutkan nikmat-Nya, Dia bertanya kepada kita: "Masih adakah yang kamu dustakan?" Seakan-akan Allah hendak membungkam setiap alasan dan menghentikan setiap pengingkaran.
Saudaraku, renungkanlah! Jika seluruh nikmat yang kita terima ini kita hitung satu per satu, niscaya kita tidak akan mampu menghitungnya. Allah berfirman: *"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya"* (QS. Ibrahim: 34). Maka, bagaimana mungkin kita masih mendustakan nikmat-nikmat yang begitu melimpah ini?
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk senantiasa bersyukur. Setiap kali kita melihat kebesaran Allah, setiap kali kita merasakan kenikmatan hidup, hendaknya kita mengucapkan: *"Alhamdulillah 'ala kulli hal"* — Segala puji bagi Allah dalam setiap keadaan. Karena sesungguhnya, syukur adalah kunci bertambahnya nikmat, dan kufur nikmat adalah sebab hilangnya keberkahan.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa Allah Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dia tidak pernah berhenti memberi, meskipun kita sering lalai bersyukur. Maka, jawablah pertanyaan Allah ini dengan hati yang penuh keimanan: "Ya Rabb kami, tidak ada satu pun nikmat-Mu yang kami dustakan. Segala puji bagi-Mu atas segala karunia-Mu."
📜 Ayat 61-65 — Ar-Rahman
Terjemah — Ar-Rahman 63
Surat Ar-Rahman Ayat 63 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?Surat Ayat 63/78 — Ar-Rahman الرحمن (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ar-Rahman Dengarkan, Ar-Rahman Terjemah, Ar-Rahman mp3, Ar-Rahman pdf. Ayat 61–65. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








