Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَلَا أُقْسِمُ — "Tidak, Aku bersumpah." Huruf *lā* di sini bukan untuk menafikan, melainkan untuk menguatkan dan menegaskan sumpah.
- بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ — Demi tempat-tempat turun dan terbenamnya bintang-bintang, yaitu lokasi peredarannya di langit, baik saat terbit maupun saat tenggelam.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah dengan tempat-tempat beredarnya bintang-bintang di langit, baik saat terbit maupun saat tenggelam. Sumpah ini menunjukkan keagungan dan kebesaran ciptaan Allah yang terhampar di alam semesta. Bintang-bintang yang beredar pada orbitnya masing-masing, dengan keteraturan yang menakjubkan, menjadi bukti nyata akan kekuasaan Sang Pencipta yang Maha Bijaksana.
Sungguh, ini adalah sumpah yang sangat agung. Jika manusia mengetahui betapa besarnya makna di balik peredaran bintang-bintang itu, niscaya mereka akan tersungkur dalam kekaguman dan ketundukan kepada Allah. Tempat terbenamnya bintang menandakan datangnya siang, dan tempat terbitnya menandakan datangnya malam. Semua itu berjalan dengan ketelitian dan keteraturan yang sempurna, tanpa ada satu pun yang melenceng dari ketetapan-Nya.
Allah bersumpah dengan hal ini untuk menegaskan kebenaran Al-Qur'an yang agung, bahwa ia benar-benar firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, bukan perkataan manusia atau syair yang dibuat-buat. Sumpah ini juga mengajak manusia untuk merenungkan keindahan alam semesta sebagai tanda kebesaran Allah, agar hati mereka terbuka untuk menerima petunjuk-Nya.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita sejenak mengangkat wajah ke langit dan merenungkan keindahan bintang-bintang yang bertaburan. Setiap kali malam tiba, jutaan bintang menghiasi langit dengan cahaya yang menenangkan. Semua itu tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan diatur oleh Allah yang Maha Kuasa dengan ketelitian yang tiada tandingannya.
Perhatikanlah bagaimana bintang-bintang itu terbit dan tenggelam dengan teratur, tanpa pernah terlambat atau mendahului. Itulah bukti bahwa alam semesta ini dijaga oleh Sang Pencipta yang Maha Bijaksana. Jika manusia mampu menciptakan keteraturan seperti ini, tentu mereka akan berbangga diri. Namun Allah, yang menciptakan semuanya, tidak membutuhkan kebanggaan itu. Dia hanya ingin kita merenung dan bersyukur.
Sungguh, keimanan kepada Allah akan semakin kokoh ketika kita merenungi ciptaan-Nya. Bintang-bintang yang kita lihat setiap malam adalah ayat-ayat Allah yang terbentang di langit, mengajak kita untuk mengenal kebesaran-Nya. Maka, janganlah kita menjadi hamba yang lalai dan buta terhadap tanda-tanda kebesaran-Nya. Mari kita jadikan setiap keindahan alam sebagai pengingat untuk semakin dekat kepada Allah, semakin cinta kepada Al-Qur'an, dan semakin teguh dalam menjalankan perintah-Nya.
Semoga Allah membuka hati kita untuk selalu merenungi kebesaran-Nya dan menjadikan kita hamba-hamba yang bersyukur. Aamiin.
📜 Ayat 73-77 — Al-Waqi'ah
Terjemah — Al-Waqi'ah 75
Surat Al-Waqi'ah Ayat 75 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka Aku bersumpah dengan masa turunnya bagian-bagian Al-Quran.Surat Ayat 75/96 — Al-Waqi'ah الواقعة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Waqi'ah Dengarkan, Al-Waqi'ah Terjemah, Al-Waqi'ah mp3, Al-Waqi'ah pdf. Ayat 73–77. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








