Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يُظَاهِرُونَ (Yuzhahirun): Berasal dari kata *zhihar*, yaitu perkataan seorang suami kepada istrinya, "Engkau bagiku seperti punggung ibuku." Ini adalah perkataan yang digunakan di masa jahiliah untuk menceraikan istri, padahal bukan termasuk talak.
- مُنكَرًا (Munkaran): Perkataan yang sangat buruk, keji, dan ditolak oleh akal sehat serta syariat.
- زُورًا (Zuran): Kebohongan yang nyata dan batil, karena menyamakan istri dengan ibu adalah hal yang tidak benar sama sekali.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum muslimin, Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tentang orang-orang yang melakukan *zhihar*, yaitu seorang suami yang berkata kepada istrinya, "Engkau bagiku seperti punggung ibuku," yang bermaksud mengharamkan istrinya baginya seperti haramnya ibunya. Perkataan ini adalah perkataan yang keji dan batil, karena istri mereka sama sekali bukanlah ibu mereka. Tidak ada seorang pun yang dapat disebut ibu kecuali wanita yang melahirkan mereka. Maka bagaimana mungkin mereka menyamakan istri yang halal dicampuri dengan ibu yang haram selamanya?
Sesungguhnya perkataan *zhihar* ini adalah perkataan yang mungkar lagi dusta, yang tidak pernah diakui oleh fitrah manusia yang lurus maupun oleh syariat yang suci. Namun, Allah dengan kasih sayang-Nya yang agung tidak menelantarkan hamba-hamba-Nya dalam kesalahan ini. Allah menerima taubat orang yang melakukan *zhihar* dan mensyariatkan baginya kafarat (tebusan) untuk membersihkan dosanya, yaitu memerdekakan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa agungnya syariat Islam dalam menjaga kehormatan wanita dan keutuhan rumah tangga. Islam tidak membiarkan perkataan yang diucapkan tanpa dasar menjadi sebab kehancuran keluarga. Betapa indahnya Islam yang selalu membuka pintu taubat selebar-lebarnya bagi hamba-Nya yang berbuat salah. Janganlah kita meremehkan perkataan, karena setiap ucapan akan dihisab. Namun, jika kita pernah terlanjur berbuat salah, jangan berputus asa dari rahmat Allah. Sungguh, Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun, selama kita mau kembali kepada-Nya dengan taubat yang tulus. Marilah kita jaga lisan kita, jaga keluarga kita, dan jadikan rumah tangga kita sebagai ladang pahala yang penuh keberkahan.
📜 Ayat 1-4 — Al-Mujadalah
Terjemah — Al-Mujadalah 2
Surat Ayat 2/22 — Al-Mujadalah المجادلة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mujadalah Dengarkan, Al-Mujadalah Terjemah, Al-Mujadalah mp3, Al-Mujadalah pdf. Ayat 1–4. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








