Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yawma yab'atsuhum (يَوْمَ يَبْعَثُهُمُ): Hari ketika Allah membangkitkan mereka dari kubur.
- Fayunabbi'uhum (فَيُنَبِّئُهُمْ): Lalu memberitahukan kepada mereka.
- Ahshahu (أَحْصَاهُ): Menghitung dan mencatatnya dengan teliti tanpa ada yang terlewat.
- Wa nasuhu (وَنَسُوهُ): Sedangkan mereka melupakannya.
- Syahid (شَهِيدٌ): Maha Menyaksikan, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah firman Allah yang agung ini! Allah mengingatkan kita tentang hari yang pasti terjadi, yaitu hari kebangkitan. Pada hari itu, Allah akan membangkitkan seluruh manusia dari kubur mereka—tidak ada satu pun yang tertinggal, baik yang terdahulu maupun yang terakhir. Mereka semua dikumpulkan di satu tempat yang luas, dalam keadaan hidup kembali setelah kematian yang telah memisahkan mereka dari dunia.
Ketika itu, Allah akan memberitahukan kepada mereka segala apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia, baik yang berupa kebaikan maupun keburukan. Allah akan menyebutkan satu per satu amal mereka dengan penuh keadilan. Sungguh menakjubkan, Allah telah menghitung dan mencatat setiap amal hamba-Nya dengan teliti—tidak ada satu pun yang terlewat, sekecil apa pun. Catatan itu tersimpan rapi di Lauhul Mahfuzh dan dalam lembaran amal masing-masing. Sementara itu, manusia sendiri justru melupakannya. Mereka lalai dan tidak menganggap penting amal perbuatan mereka, seakan-akan tidak akan dihisab. Padahal, Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, yang kecil maupun yang besar.
Ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi orang-orang yang berbuat zalim dan mengingkari kebenaran, bahwa segala perbuatan mereka akan dipertanggungjawabkan. Namun di sisi lain, ayat ini juga menjadi kabar gembira bagi orang-orang beriman. Betapa indahnya, Allah yang Maha Pengasih mencatat setiap kebaikan hamba-Nya, sekecil apa pun, dan akan membalasnya dengan balasan yang berlipat ganda. Bahkan kebaikan yang kita sendiri lupa, Allah tidak pernah melupakannya. Maka, janganlah kita meremehkan amal kebaikan sekecil apa pun, karena ia akan menjadi saksi dan pemberat timbangan kita di akhirat kelak.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu muhasabah diri. Setiap langkah, setiap ucapan, dan setiap detak jantung kita adalah catatan yang tidak akan hilang. Allah Maha Melihat dan Maha Menyaksikan segala sesuatu. Maka, perbaikilah amal kita, perbanyaklah kebaikan, dan jauhi segala larangan-Nya. Sungguh, hari pembalasan itu pasti datang, dan tidak ada yang lebih adil daripada Allah dalam memberikan balasan. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang catatan amalnya dipenuhi kebaikan dan mendapatkan ridha-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 4-8 — Al-Mujadalah
Terjemah — Al-Mujadalah 6
Surat Al-Mujadalah Ayat 6 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada…Surat Ayat 6/22 — Al-Mujadalah المجادلة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mujadalah Dengarkan, Al-Mujadalah Terjemah, Al-Mujadalah mp3, Al-Mujadalah pdf. Ayat 4–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








