Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Lau lā: Kata yang menunjukkan harapan atau permintaan, bermakna "mengapa tidak" atau "alangkah baiknya".
- Malak: Malaikat, makhluk gaib yang diciptakan Allah dari cahaya.
- La quḍiya al-amr: Sungguh telah diputuskan perkara itu, yakni pasti ditimpakan azab atau kebinasaan.
- Lā yuẓarūn: Mereka tidak diberi tangguh, tidak diberi kesempatan menunda atau bertobat.
Tafsir Lengkap:
Ayat yang mulia ini mengisahkan sikap kaum musyrik yang terus-menerus mencari-cari alasan untuk menolak kebenaran. Mereka berkata dengan nada menantang, "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad seorang malaikat?" Maksud mereka: alangkah baiknya jika Allah mengutus malaikat yang tampak di hadapan mereka, berbicara langsung kepada mereka, dan menjadi saksi bahwa Muhammad benar-benar utusan Allah. Dengan begitu, kata mereka, mereka akan beriman.
Allah Subhanahu wa Ta'ala menjawab permintaan mereka dengan jawaban yang tegas dan penuh hikmah. Seandainya Kami menurunkan malaikat sebagaimana yang mereka minta, maka perkara itu telah selesai—yakni azab kebinasaan pasti menimpa mereka. Mengapa demikian? Karena sunnatullah yang telah berlaku sejak dahulu: apabila orang-orang kafir meminta sesuatu sebagai bukti, lalu bukti itu datang dan mereka tetap tidak beriman, maka Allah akan segera menimpakan azab-Nya tanpa penundaan. Mereka tidak akan diberi kesempatan lagi untuk bertobat, karena keimanan pada saat azab telah turun tidak lagi diterima.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa Allah Yang Maha Bijaksana tidak memberikan segala sesuatu yang diminta hamba-Nya, karena Dia lebih mengetahui apa yang maslahat dan apa yang mudarat. Permintaan orang-orang kafir itu sebenarnya bukan lahir dari keikhlasan mencari kebenaran, melainkan dari sikap keras kepala dan keinginan untuk melemahkan dakwah. Maka Allah menolak permintaan mereka demi kebaikan mereka sendiri, karena jika permintaan itu dikabulkan, mereka justru akan binasa.
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah tidak tergesa-gesa dalam memberikan azab, bahkan Dia memberi kesempatan seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin bertobat dan kembali kepada-Nya. Namun, janganlah kita termasuk golongan yang menunda-nunda tobat hingga datangnya azab, karena ketika azab telah turun, pintu tobat telah tertutup.
Marilah kita renungkan: betapa beruntungnya kita yang telah diberi petunjuk oleh Allah untuk beriman kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tanpa harus menyaksikan mukjizat-mukjizat besar yang diminta oleh orang-orang dahulu. Ini adalah nikmat yang sangat agung. Maka sudah sepantasnya kita bersyukur, memperkuat keimanan, dan bersegera dalam ketaatan, agar kita termasuk hamba-hamba yang dicintai Allah dan dijauhkan dari azab-Nya. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas iman hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 8
Surat Al-An'am Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) malaikat?" dan…Surat Ayat 8/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








