Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Tuharrimu (تُحَرِّمُ): menjadikan sesuatu sebagai haram bagi diri sendiri, padahal Allah telah menghalalkannya.
- Tabtaghi (تَبْتَغِي): mencari dan menginginkan.
- Mardhata (مَرْضَاتَ): keridaan dan kebahagiaan hati.
- Azwājika (أَزْوَاجِكَ): istri-istri Nabi Muhammad ﷺ.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi yang mulia, mengapa engkau mengharamkan sesuatu yang telah Allah halalkan bagimu? Engkau melakukan hal ini semata-mata untuk mencari keridaan istri-istrimu, karena mereka merasa cemburu terhadap apa yang telah Allah berikan kepadamu. Padahal, tidak seorang pun berhak mengharamkan apa yang telah Allah halalkan, sekalipun itu dilakukan dengan niat baik. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang—Dia mengampuni kesalahan yang dilakukan Nabi-Nya dalam hal ini dan melimpahkan rahmat-Nya kepadanya.
Peristiwa ini menjadi pelajaran agung bagi seluruh umat: bahwa syariat Allah adalah tolok ukur segala sesuatu, bukan keinginan pribadi atau demi menyenangkan sesama makhluk. Bahkan seorang Nabi pun ditegur oleh Allah ketika ia melanggar batas halal-haram demi alasan kemanusiaan yang mulia sekalipun. Ini menunjukkan betapa Allah sangat menjaga kemurnian syariat-Nya dan betapa besar kasih sayang-Nya kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip yang sangat indah: jangan pernah mengorbankan yang halal demi yang haram, dan jangan pula menjadikan makhluk sebagai tujuan yang mengalahkan ketetapan Allah. Ketika kita ingin membahagiakan orang yang kita cintai, carilah cara yang tidak melanggar batas-batas Allah. Karena kebahagiaan sejati bukanlah dengan melanggar aturan-Nya, melainkan dengan mentaati-Nya.
Allah menutup ayat ini dengan dua nama-Nya yang agung: *Al-Ghafūr* (Maha Pengampun) dan *Ar-Rahīm* (Maha Penyayang). Ini adalah kabar gembira bagi kita semua—setiap kali kita tersandung dalam ketaatan, pintu taubat selalu terbuka lebar. Allah tidak pernah bosan mengampuni hamba-Nya yang kembali kepada-Nya dengan tulus. Maka, jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pula meremehkan dosa—karena keduanya adalah dua sisi yang sama-sama berbahaya.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat: ridha Allah adalah tujuan tertinggi, dan ridha makhluk hanyalah pelengkap yang tidak boleh mengalahkan perintah-Nya. Dengan begitu, hidup kita akan dipenuhi keberkahan, dan hati kita akan merasakan kedamaian yang hakiki.
📜 Ayat 1-3 — At-Tahrim
Terjemah — At-Tahrim 1
Surat At-Tahrim Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah halalkan bagimu;…Surat Ayat 1/12 — At-Tahrim التحريم (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: At-Tahrim Dengarkan, At-Tahrim Terjemah, At-Tahrim mp3, At-Tahrim pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








