Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَهْوًا (lahwan): segala sesuatu yang melalaikan dan menyibukkan dari hal yang bermanfaat.
- وَلَعِبًا (wa la'iban): permainan dan senda gurau yang tidak ada faedahnya.
- غَرَّتْهُمُ (gharrat-hum): menipu dan memperdaya mereka.
- نَنسَاهُمْ (nansahum): Kami tinggalkan mereka dan biarkan mereka dalam azab.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang yang merugi di akhirat kelak. Mereka adalah golongan yang menjadikan agama sebagai bahan ejekan dan permainan. Mereka tidak mengambil agama dengan sungguh-sungguh, bahkan mempermainkan syariat Allah, seperti yang dilakukan orang-orang jahiliyah dahulu ketika mereka menghalalkan dan mengharamkan binatang ternak tanpa dasar, bersiul-siul dan bertepuk tangan di sekitar Ka'bah, serta melakukan berbagai perbuatan sia-sia yang mereka anggap sebagai ibadah.
Kehidupan dunia dengan segala perhiasannya telah memperdaya mereka. Mereka terlena dengan gemerlapnya harta, pangkat, dan kesenangan sesaat, sehingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Mereka lupa bahwa kehidupan ini hanyalah persinggahan sementara menuju kampung akhirat yang kekal.
Maka pada hari kiamat nanti, Allah akan membalas mereka dengan balasan yang setimpal. Sebagaimana mereka dahulu melupakan pertemuan dengan hari perhitungan ini dan tidak mempersiapkan diri untuknya, maka Allah pun akan melupakan mereka dan membiarkan mereka merasakan azab yang pedih. Mereka tidak akan mendapat syafaat, pertolongan, ataupun rahmat.
Lebih parah lagi, mereka mengingkari ayat-ayat dan bukti-bukti kebenaran Allah, padahal mereka mengetahui bahwa itu adalah kebenaran. Keingkaran mereka bukan karena ketidaktahuan, melainkan karena kesombongan dan keengganan untuk tunduk kepada kebenaran.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, mari kita renungkan sejenak. Betapa banyak di antara kita yang terjebak dalam permainan dunia yang melalaikan? Kita sibuk dengan urusan duniawi hingga melupakan kewajiban kita kepada Allah. Kita tertawa dan bersenda gurau, namun lalai untuk mempersiapkan bekal untuk hari esok yang kekal.
Ingatlah, kehidupan dunia ini hanyalah seperti bayangan yang akan segera berlalu. Sungguh beruntung orang yang menjadikan agamanya sebagai pedoman hidup yang serius, bukan sekadar ritual tanpa makna. Islam bukanlah agama yang dipermainkan, melainkan agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan dengan hikmah dan keadilan.
Marilah kita jadikan setiap ibadah kita sebagai wujud kecintaan kepada Allah, bukan sekadar kebiasaan. Mari kita isi hari-hari kita dengan amal saleh, karena sesungguhnya hari kiamat itu pasti datang, dan setiap jiwa akan mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya.
Jangan biarkan dunia memperdaya kita sebagaimana ia telah memperdaya banyak orang sebelum kita. Jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama, dan dunia sebagai ladang untuk menuai bekal. Semoga Allah melindungi kita dari sifat lalai dan memperdaya, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung. Aamiin.
📜 Ayat 49-53 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 51
Surat Ayat 51/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 49–53. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








