Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- ʿIbrah (عِبْرَةً): Pelajaran berharga yang diambil dari suatu peristiwa, yang membuat seseorang berpindah dari kebodohan menuju pengetahuan, dan dari kelalaian menuju kesadaran.
- Yakhsyā (يَخْشَىٰ): Rasa takut yang lahir dari pengagungan dan penghormatan kepada Allah, disertai ilmu tentang kebesaran-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: *"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut (kepada Allah)."*
Ayat ini adalah penutup dari kisah Nabi Musa 'alaihissalam dengan Fir'aun yang telah dipaparkan pada ayat-ayat sebelumnya. Allah mengisahkan bagaimana Fir'aun mengumpulkan kaumnya dan berkata dengan sombongnya, *"Akulah tuhanmu yang paling tinggi!"* (An-Nazi'at: 24). Namun, betapa cepatnya Allah merendahkan dia! Fir'aun yang merasa dirinya paling perkasa itu ditenggelamkan di lautan bersama bala tentaranya, dan jasadnya diselamatkan Allah untuk menjadi tanda kekuasaan-Nya bagi generasi setelahnya.
Saudaraku, perhatikanlah! Kisah ini bukan sekadar cerita sejarah yang usang. Ia adalah cermin yang Allah letakkan di hadapan kita. Barangsiapa yang hatinya hidup, ia akan melihat dirinya sendiri dalam kisah ini. Ketika seseorang merasa hebat dengan harta, pangkat, atau kekuatannya lalu lupa kepada Allah, maka ia sedang mengikuti jejak Fir'aun. Dan akibatnya pun akan sama: kehancuran.
Namun, Allah dengan rahmat-Nya menjadikan kisah ini sebagai *ʿibrah* — pelajaran yang sangat berharga. Pelajaran ini hanya dapat diambil oleh mereka yang memiliki *khasyyah* — rasa takut yang dilandasi cinta dan pengagungan kepada Allah. Bukan takut yang sia-sia, melainkan takut yang mendorong seseorang untuk menjauhi kemaksiatan dan segera kembali kepada Tuhannya.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa Allah Maha Penyayang. Dia tidak membiarkan kita tersesat tanpa petunjuk. Dia kisahkan kepada kita nasib orang-orang yang sombong dan durhaka agar kita tidak terjerumus ke jurang yang sama. Allah ingin kita selamat, bahagia di dunia dan akhirat. Maka jadilah hamba yang memiliki hati yang takut kepada Allah, niscaya setiap ayat Al-Qur'an yang engkau baca akan menjadi cahaya yang menerangi jalan hidupmu.
Sungguh beruntung orang yang menjadikan kisah-kisah dalam Al-Qur'an sebagai guru yang mengajarinya untuk rendah hati di hadapan Allah, karena kesombongan adalah awal dari kehancuran, dan ketakwaan adalah kunci keselamatan.
📜 Ayat 24-28 — An-Nazi'at
Terjemah — An-Nazi'at 26
Surat Ayat 26/46 — An-Nazi'at النازعات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nazi'at Dengarkan, An-Nazi'at Terjemah, An-Nazi'at mp3, An-Nazi'at pdf. Ayat 24–28. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








