An-Nazi'at · 30/46
Terjemah Transliterasi — An-Nazi'at
وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا ۝٣٠
Wal arda b`ada zaalika dahaaha
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata:

  • Dahā-hā: Membentangkan, meratakan, dan menjadikannya siap untuk dihuni. Makna ini mencakup penciptaan bumi dalam bentuk bulat (geoid) yang terbentang luas, serta menyiapkan segala fasilitas kehidupan di dalamnya.

Tafsir:

Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan penciptaan langit yang begitu agung, Dia melanjutkan dengan menyebutkan nikmat-Nya yang lain, yaitu penciptaan bumi. Allah berfirman: *"Dan bumi setelah itu dihamparkan-Nya."* Maksudnya, setelah Allah menciptakan langit yang tinggi dan kokoh, Dia kemudian membentangkan bumi sebagai tempat tinggal bagi makhluk-Nya. Bumi dijadikan dalam bentuk yang bulat namun terhampar luas, sehingga manusia dapat berjalan, bercocok tanam, membangun, dan menetap di atasnya dengan nyaman.

Ayat ini menunjukkan kekuasaan Allah yang Maha Besar. Dia menciptakan langit dan bumi dalam urutan yang sempurna, masing-masing dengan fungsinya. Bumi tidak hanya sekadar diciptakan, tetapi juga "dihamparkan" — artinya Allah menyiapkan segala keperluan hidup di dalamnya: air yang memancar, tumbuhan yang menghijau, gunung-gunung yang kokoh sebagai pasak, dan berbagai manfaat lainnya untuk kelangsungan hidup manusia dan hewan ternak.

Perhatikanlah saudaraku, betapa sempurnanya pengaturan Allah. Langit dibangun tanpa tiang, bumi dihamparkan sebagai hamparan yang nyaman, kemudian Allah mengisi bumi dengan segala sumber kehidupan. Semua ini bukanlah permainan atau kesia-siaan, melainkan bukti kebesaran dan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Jika Allah mampu menciptakan langit yang begitu luas dan bumi yang begitu sempurna, maka sungguh mudah bagi-Nya untuk menghidupkan kembali manusia setelah mati. Kebangkitan manusia pada hari kiamat jauh lebih ringan daripada penciptaan langit dan bumi yang demikian agung. Maka, janganlah kita meragukan hari kebangkitan, dan janganlah kita lalai dalam mempersiapkan diri menghadapinya.

Renungkanlah wahai jiwa yang tenang! Setiap kali engkau memandang bumi yang terbentang, ingatlah bahwa Allah yang menghamparkannya untukmu. Setiap kali engkau menikmati air yang segar dan makanan yang lezat, ingatlah bahwa semua itu berasal dari bumi yang Allah ciptakan untukmu. Maka, sudah sepantasnya kita bersyukur, beribadah, dan tunduk hanya kepada-Nya. Sungguh, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada satu pun yang sulit bagi-Nya.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 28-32 — An-Nazi'at

28رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوَّاهَا
Dia meninggikan bangunannya lalu menyempurnakannya,
29وَأَغْطَشَ لَيْلَهَا وَأَخْرَجَ ضُحَاهَا
dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang.
30وَالْأَرْضَ بَعْدَ ذَٰلِكَ دَحَاهَا
Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.
31أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءَهَا وَمَرْعَاهَا
Ia memancarkan daripadanya mata airnya, dan (menumbuhkan) tumbuh-tumbuhannya.
32وَالْجِبَالَ أَرْسَاهَا
Dan gunung-gunung dipancangkan-Nya dengan teguh,
An-Nazi'atIndeks Quran
46Ayat
MakkiyahRevelation
30Ayat

Terjemah — An-Nazi'at 30

Surat An-Nazi'at Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan bumi sesudah itu dihamparkan-Nya.

Surat Ayat 30/46 — An-Nazi'at النازعات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nazi'at Dengarkan, An-Nazi'at Terjemah, An-Nazi'at mp3, An-Nazi'at pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu