Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- FITNAH (فِتْنَةٌ): Ujian dan cobaan. Dalam konteks ini bermakna sesuatu yang menguji keimanan seseorang, bisa menjadi sebab seseorang terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan.
- AJRUN 'AZHIM (أَجْرٌ عَظِيمٌ): Pahala yang sangat besar dan mulia yang telah disiapkan Allah bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, ketahuilah dengan sepenuh keyakinan bahwa harta benda yang kalian miliki dan anak-anak yang kalian sayangi itu pada hakikatnya adalah ujian dan cobaan dari Allah Subhanahu wa Ta'ala. Allah memberikan semua itu bukan semata-mata untuk kesenangan duniawi, melainkan untuk menguji siapa di antara hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan taat kepada-Nya, serta siapa yang justru lalai dan berpaling dari-Nya karena tenggelam dalam urusan harta dan anak.
Harta dan anak bisa menjadi fitnah (ujian) yang berat karena keduanya sering kali menjadi sebab seseorang melakukan perbuatan dosa—seperti menahan hak orang lain, berbuat curang, khianat, atau bahkan meninggalkan kewajiban agama demi mengejar kepentingan dunia. Betapa banyak orang yang rela mengorbankan kejujuran dan keimanannya demi harta, dan betapa banyak pula orang tua yang lalai dari ketaatan kepada Allah karena sibuk mengurus anak-anaknya.
Oleh karena itu, Allah mengingatkan kita agar tidak tertipu oleh gemerlapnya harta dan kasih sayang kepada anak. Ketahuilah bahwa di sisi Allah terdapat pahala yang sangat besar dan mulia bagi siapa saja yang lebih mengutamakan rida Allah di atas segalanya, yang menjaga amanah, dan yang tidak membiarkan harta serta anak-anaknya menghalangi dirinya dari beramal untuk akhirat.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat ini adalah panggilan kasih sayang dari Allah kepada kita semua. Allah tidak melarang kita memiliki harta dan anak, karena keduanya adalah nikmat yang halal dan indah. Namun Allah mengingatkan agar kita tidak menjadikan keduanya sebagai penghalang untuk meraih kebahagiaan abadi di akhirat.
Bayangkanlah, betapa banyak orang yang menghabiskan seluruh hidupnya menumpuk harta, namun pada akhirnya harta itu tidak mampu menolongnya sedikit pun di hadapan Allah. Betapa banyak pula orang tua yang sangat menyayangi anaknya, tetapi justru karena cintanya yang berlebihan, ia rela melakukan hal-hal yang melanggar syariat demi menyenangkan anaknya.
Jadikanlah harta dan anak sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Gunakan harta untuk bersedekah, berinfak di jalan Allah, dan membantu sesama. Didiklah anak-anak dengan pendidikan iman dan akhlak yang mulia agar mereka menjadi generasi yang saleh dan menjadi penyejuk hati.
Ingatlah selalu bahwa pahala yang Allah janjikan—yakni surga yang penuh kenikmatan dan keridaan-Nya—jauh lebih besar dan lebih kekal daripada segala kesenangan dunia yang fana ini. Maka, janganlah sekali-kali kita menukar yang kekal dengan yang sementara, dan janganlah kita mengorbankan kebahagiaan abadi demi kepuasan sesaat.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang pandai bersyukur, yang mampu menjadikan harta dan anak sebagai ladang amal, bukan sebagai penghalang menuju rida-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 26-30 — Al-Anfal
Terjemah — Al-Anfal 28
Surat Ayat 28/75 — Al-Anfal الأنفال (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anfal Dengarkan, Al-Anfal Terjemah, Al-Anfal mp3, Al-Anfal pdf. Ayat 26–30. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








