Al-Insyiqaq · 13/25
Terjemah Transliterasi — Al-Insyiqaq
إِنَّهُۥ كَانَ فِيٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورًا  ۝١٣
Innahoo kaana feee ahlihee masrooraa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Kāna fī ahlihi: berada di tengah-tengah keluarganya atau kaumnya.
  • Masrūran: bergembira, bersuka ria, dan merasa bangga.

Tafsir Ayat:

Ayat yang mulia ini menjelaskan salah satu sebab kesengsaraan yang akan dialami oleh orang-orang kafir pada hari kiamat kelak. Allah ﷻ memberitakan bahwa orang yang celaka itu dahulu di dunia hidup dalam keadaan senang dan gembira di tengah keluarganya. Namun, kegembiraan yang dimaksud bukanlah kegembiraan yang diridhai Allah, melainkan kegembiraan yang lahir dari kesombongan, kelalaian, dan tenggelam dalam hawa nafsu. Ia bergembira dengan kekufuran, kemaksiatan, dan perbuatan dosa yang dilakukannya bersama keluarga dan kaumnya, tanpa pernah memikirkan akibat buruk dari semua itu.

Ia hidup lalai dari mengingat Allah dan hari akhirat. Ia tidak pernah membayangkan bahwa suatu saat ia akan dibangkitkan dari kubur dan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya. Kesenangan dunia yang ia rasakan hanyalah sesaat, tetapi akibatnya akan ia rasakan selama-lamanya di dalam neraka yang menyala-nyala.


Renungan dan Pelajaran:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Bahwa kegembiraan yang hakiki bukanlah kegembiraan yang hanya diukur dengan kesenangan dunia semata, melainkan kegembiraan yang disertai dengan ketaatan kepada Allah dan kesadaran bahwa hidup ini hanyalah persinggahan sementara menuju kampung akhirat yang kekal.

Orang yang beriman, ketika ia bergembira dengan nikmat Allah yang diberikan kepadanya, ia tetap ingat untuk bersyukur dan tidak melampaui batas. Ia sadar bahwa setiap kenikmatan akan dimintai pertanggungjawaban. Adapun orang yang kafir dan lalai, ia bergembira dengan cara yang melampaui batas, bahkan menjadikan kemaksiatan sebagai hiburan dan kebanggaan. Na'udzubillah.

Marilah kita jadikan ayat ini sebagai peringatan bagi diri kita masing-masing. Jangan sampai kita tertipu oleh kesenangan dunia yang sementara, sehingga kita lupa menyiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Sungguh, orang yang berbahagia adalah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya dan senantiasa taat kepada Rabb-nya, baik ketika sendirian maupun di hadapan orang banyak. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan tidak lalai dari mengingat-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 11-15 — Al-Insyiqaq

11فَسَوۡفَ يَدۡعُواْ ثُبُورًا 
maka dia akan berteriak: "Celakalah aku".
12وَيَصۡلَىٰ سَعِيرًا 
Dan dia akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka).
13إِنَّهُۥ كَانَ فِيٓ أَهۡلِهِۦ مَسۡرُورًا 
Sesungguhnya dia dahulu (di dunia) bergembira di kalangan kaumnya (yang sama-sama kafir).
14إِنَّهُۥ ظَنَّ أَن لَّن يَحُورَ 
Sesungguhnya dia menyangka bahwa dia sekali-kali tidak akan kembali (kepada Tuhannya).
15بَلَىٰٓۚ إِنَّ رَبَّهُۥ كَانَ بِهِۦ بَصِيرًا 
(Bukan demikian), yang benar, sesungguhnya Tuhannya selalu melihatnya.
Al-InsyiqaqIndeks Quran
25Ayat
MakkiyahRevelation
13Ayat

Terjemah — Al-Insyiqaq 13

Surat Ayat 13/25 — Al-Insyiqaq الإنشقاق (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insyiqaq Dengarkan, Al-Insyiqaq Terjemah, Al-Insyiqaq mp3, Al-Insyiqaq pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu