Asy-Syarh · 7/8
Terjemah Transliterasi — Asy-Syarh
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ ۝٧
Fa iza faragh ta fansab
📖 Arti Bahasa Indonesia
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • فَرَغْتَ (faraghta): Selesai atau bebas dari suatu pekerjaan.
  • فَانصَبْ (fanshab): Bersungguh-sungguh dan bersusah payah (berlelah-lelah) dalam beribadah.

Tafsir Ayat:

Wahai hamba Allah yang beriman, apabila engkau telah selesai dari urusan-urusan duniamu dan segala kesibukannya—baik itu pekerjaan, perdagangan, atau aktivitas harian lainnya—maka janganlah engkau berhenti dan berdiam diri. Sebaliknya, segeralah bangkit dan bersungguh-sungguhlah dalam beribadah kepada Allah. Jika engkau telah bebas dari shalat, maka bersungguh-sungguhlah dalam doa dan dzikir. Jika engkau telah selesai dari urusan dunia, maka bersungguh-sungguhlah dalam urusan akhirat.

Ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip hidup yang agung: seorang mukmin tidak pernah berhenti beramal. Apabila satu kewajiban telah ditunaikan, maka ia berpindah kepada kewajiban atau amalan lainnya. Kesibukan dunia bukanlah alasan untuk meninggalkan ibadah, melainkan justru menjadi penyemangat untuk lebih giat beribadah kepada Allah. Dan kepada Rabb-mu lah, wahai hamba, hendaknya engkau berharap dan memohon segala kebaikan, bukan kepada selain-Nya.

Ayat ini juga mengandung dorongan yang sangat indah: janganlah engkau merasa cukup dengan amalan yang telah lalu, dan jangan pula berpuas diri sehingga lalai. Teruslah berusaha, berlelah-lelah dalam ketaatan, dan jangan pernah malas atau futur (melemah) dalam beramal. Karena sesungguhnya kehidupan seorang mukmin adalah kehidupan yang penuh dengan kesungguhan dan harapan akan rahmat Allah.


Pesan Dakwah:

Saudaraku, bayangkanlah betapa indahnya hidup ini jika setiap kali kita selesai dari satu urusan, kita langsung mengisi waktu dengan hal-hal yang mendekatkan diri kepada Allah. Setelah bekerja, kita shalat. Setelah shalat, kita berdzikir. Setelah berdzikir, kita menuntut ilmu atau membantu sesama. Hidup kita akan terasa ringan dan penuh berkah, karena setiap langkah kita bernilai ibadah di sisi Allah.

Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk beribadah tanpa henti hingga lelah secara fisik, tetapi Dia mengajarkan kita untuk tidak menyia-nyiakan waktu. Setiap celah waktu luang adalah kesempatan emas untuk meraih pahala dan derajat yang tinggi di sisi-Nya. Maka, jangan sia-siakan waktu luangmu, wahai saudaraku! Gunakanlah untuk beribadah, berdoa, dan memohon kebaikan kepada Rabb-mu. Karena hanya kepada Allah-lah kita berharap, dan hanya kepada-Nya kita memanjatkan segala keinginan. Sungguh, orang yang paling beruntung adalah mereka yang selalu mengisi hidupnya dengan ketaatan dan tidak pernah berhenti berusaha meraih ridha Allah.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 5-8 — Asy-Syarh

5فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan,
6إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا
sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.
7فَإِذَا فَرَغْتَ فَانصَبْ
Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain,
8وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَارْغَب
dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap.
Asy-SyarhIndeks Quran
8Ayat
MakkiyahRevelation
7Ayat

Terjemah — Asy-Syarh 7

Surat Asy-Syarh Ayat 7 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan…

Surat Ayat 7/8 — Asy-Syarh الشرح (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syarh Dengarkan, Asy-Syarh Terjemah, Asy-Syarh mp3, Asy-Syarh pdf. Ayat 5–8. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu