Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Iftarā 'alallāhi kadzibā: Mengada-adakan kebohongan atas nama Allah, seperti mengaku memiliki sekutu, anak, atau mengaku menerima wahyu padahal tidak.
- Kadzdzaba bi āyātihī: Mendustakan tanda-tanda kekuasaan dan bukti-bukti kebenaran Allah, termasuk wahyu-Nya dan mukjizat para rasul.
- Lā yuflih: Tidak akan beruntung, tidak akan meraih kesuksesan dan kebahagiaan sejati.
Tafsir Ayat:
Tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang lebih zalim dan lebih keji perbuatannya daripada orang yang berani mengada-adakan kebohongan atas nama Allah. Bayangkan, seorang makhluk yang lemah dan serba kekurangan justru berani memfitnah Penciptanya sendiri! Mereka mengaku bahwa Allah memiliki anak, sekutu, atau mereka mengaku menerima wahyu padahal tidak. Ini adalah puncak kezaliman karena mereka menodai kesucian nama Allah dan menyesatkan manusia dari jalan yang benar.
Demikian pula, tidak ada kezaliman yang lebih besar daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang jelas kebenarannya. Mereka menolak bukti-bukti kenabian Muhammad ﷺ dan mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah yang terbentang di alam semesta, padahal semua itu adalah cahaya petunjuk yang seharusnya membawa mereka kepada keimanan.
Allah menegaskan dengan pasti: "Sesungguhnya orang-orang yang berbuat dosa (mujrimun) tidak akan pernah beruntung." Mereka yang terus-menerus berada dalam kekufuran dan kemaksiatan tidak akan meraih keberuntungan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Mereka boleh saja merasa sukses sementara, tetapi pada hakikatnya mereka sedang berjalan menuju jurang kebinasaan.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini memberikan kabar gembira sekaligus peringatan tegas. Kabar gembiranya, Allah menjamin bahwa kebenaran pasti menang dan kebatilan pasti hancur. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan memperoleh keberuntungan yang hakiki, sedangkan para pendusta dan pengada-ada kebohongan tidak akan pernah menuai hasil yang baik.
Bagi kita sebagai umat Islam, ayat ini mengajarkan untuk senantiasa jujur dan tulus dalam beragama. Jangan pernah mengaku-ngaku sesuatu yang bukan hak kita, dan jangan pernah menolak kebenaran yang sudah jelas datangnya dari Allah. Marilah kita jauhi sifat pendusta dan pembuat fitnah, karena itu adalah jalan menuju kehancuran. Sebaliknya, mari kita genggam erat kejujuran dan keimanan, karena itulah kunci menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Sungguh, Allah Maha Mengetahui segala perbuatan hamba-Nya, dan Dia tidak akan pernah menyia-nyiakan orang-orang yang berbuat baik.
📜 Ayat 15-19 — Yunus
Terjemah — Yunus 17
Surat Yunus Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kedustaan…Surat Ayat 17/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








