Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- شَقُوا (Syaqū): Celaka, sengsara, dan merugi. Lawan dari kata *sa'idū* (berbahagia). Maksudnya di sini adalah orang-orang yang ditetapkan celaka karena kekafiran dan kemaksiatan mereka.
- زَفِيرٌ (Zafīr): Suara tarikan napas yang keras dan berat dari dalam dada, seperti suara hembusan api yang berkobar, yang keluar karena sangat sedih dan menderita.
- شَهِيقٌ (Syahīq): Suara tarikan napas yang panjang dan tinggi ketika menarik napas kembali, atau suara yang memuncak dan melengking. Keduanya adalah suara yang paling buruk dan paling mengerikan.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menjelaskan tentang pembagian manusia pada hari kiamat menjadi golongan yang berbahagia dan golongan yang celaka, maka pada ayat yang mulia ini Allah menjelaskan keadaan golongan yang celaka. Mereka adalah orang-orang yang sengsara di dunia karena kerusakan akidah dan buruknya amal perbuatan mereka. Mereka kufur kepada Allah, mendustakan para rasul, dan mengikuti hawa nafsu serta godaan setan.
Mereka akan dimasukkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Di dalam neraka itu, mereka akan mengeluarkan suara *zafir* dan *syahiq* — yaitu suara tarikan dan hembusan napas yang sangat keras dan mengerikan, seperti suara keledai yang meringkik atau suara api yang berkobar. Suara ini muncul dari lubuk dada mereka akibat dahsyatnya siksaan, panasnya api yang membakar, dan rasa sakit yang tak terperi. Mereka merintih, menjerit, dan berteriak karena azab yang mereka rasakan. Suara mereka bercampur menjadi satu, naik turun, memenuhi neraka dengan suara yang paling buruk dan paling mengerikan.
Mereka kekal di dalam neraka selama-lamanya, tidak pernah keluar darinya, dan azab mereka tidak pernah terputus. Hanya orang-orang yang beriman yang bertauhid namun masih memiliki dosa besar yang akan dikeluarkan dari neraka setelah melalui masa penyiksaan sesuai kehendak Allah, kemudian mereka dimasukkan ke dalam surga. Adapun orang-orang kafir, maka mereka kekal selamanya di dalam neraka. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Dia melakukan apa saja yang Dia kehendaki dengan penuh hikmah dan keadilan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat keras bagi kita semua. Betapa mengerikannya keadaan orang-orang yang celaka di akhirat nanti. Suara *zafir* dan *syahiq* adalah gambaran penderitaan yang tidak bisa kita bayangkan. Mari kita renungkan sejenak: apakah kita rela berada di tempat seperti itu? Tentu tidak!
Oleh karena itu, marilah kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk memperbaiki diri. Jangan biarkan kesenangan dunia yang sementara melalaikan kita dari tujuan hidup yang sebenarnya. Perbanyaklah taubat, perbaikilah akidah, luruskanlah ibadah, dan jauhilah segala bentuk kemaksiatan. Ingatlah bahwa Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Pintu taubat masih terbuka selama nyawa masih di badan. Jangan tunda taubat, karena kematian bisa datang kapan saja tanpa kita duga.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita semua dari api neraka dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang berbahagia, yang akan menerima kitab catatan amal dengan tangan kanan dan masuk surga dengan penuh kenikmatan. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 104-108 — Hud
Terjemah — Hud 106
Surat Hud Ayat 106 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di…Surat Ayat 106/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 104–108. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








