Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Khazā'inullah: Perbendaharaan Allah, yaitu kekayaan dan rezeki yang Allah simpan dan berikan kepada siapa yang Dia kehendaki.
- Tazdarī: Meremehkan atau memandang hina.
- A'yunukum: Mata-mata kalian, maksudnya pandangan kalian.
- Lan yu'tiyahumullāhu khairā: Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka, yaitu keimanan dan petunjuk.
Tafsir Ayat:
Wahai kaumku, dengarkanlah dengan hati yang terbuka. Aku tidak pernah mengaku memiliki perbendaharaan Allah yang dapat aku bagikan sesuka hatiku, dan aku pun tidak mengetahui hal-hal gaib yang hanya Allah yang mengetahuinya. Aku juga tidak pernah mengatakan bahwa aku adalah malaikat yang turun dari langit; aku hanyalah manusia biasa seperti kalian, yang diutus untuk menyampaikan kebenaran.
Dan aku tidak akan pernah berkata tentang orang-orang yang kalian pandang hina dan remeh—mereka yang beriman dengan tulus—bahwa Allah tidak akan memberikan kebaikan kepada mereka. Sungguh, hanya Allah yang Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Boleh jadi di balik penampilan mereka yang sederhana, tersimpan keimanan yang jauh lebih tinggi di sisi Allah daripada mereka yang tampak mulia di mata kalian.
Jika aku sampai berani menghina atau merendahkan mereka, atau mengaku memiliki sesuatu yang bukan hakku, maka sungguh aku termasuk orang-orang yang zalim—baik terhadap diriku sendiri maupun terhadap orang lain.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku sekalian, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang adab dan akhlak mulia. Nabi Nuh 'alaihissalam, seorang nabi yang agung, tetap merendahkan hati di hadapan kaumnya. Beliau tidak pernah merasa lebih tinggi hanya karena menjadi seorang rasul. Beliau justru membela kaum yang lemah dan diremehkan, karena di sisi Allah, kemuliaan tidak diukur dari harta, pangkat, atau penampilan, melainkan dari ketakwaan dan keikhlasan hati.
Marilah kita renungkan: betapa sering kita menilai seseorang hanya dari penampilan luarnya? Betapa mudahnya kita merendahkan orang lain yang mungkin lebih miskin atau lebih sederhana dari kita? Padahal, bisa jadi mereka adalah hamba-hamba yang sangat dicintai Allah karena keikhlasan dan kesabaran mereka.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk jujur dan tidak mengaku-ngaku memiliki kemampuan yang bukan hak kita. Sebagai seorang muslim, kita harus senantiasa rendah hati, mengakui keterbatasan diri, dan menyerahkan segala urusan yang gaib kepada Allah semata. Inilah akhlak para nabi yang patut kita teladani dalam kehidupan sehari-hari. Semoga Allah membuka hati kita untuk menerima kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat sombong dan merendahkan sesama. Aamiin.
📜 Ayat 29-33 — Hud
Terjemah — Hud 31
Surat Hud Ayat 31 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa): "Aku mempunyai gudang-gudang…Surat Ayat 31/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








