Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- عَادٍ (Kaum 'Ad): Nama sebuah kaum yang tinggal di daerah Al-Ahqaf (bukit-bukit pasir) di Yaman, mereka adalah keturunan Nabi Nuh 'alaihissalam. Mereka dikenal sebagai kaum yang memiliki tubuh besar dan kekuatan yang luar biasa.
- أَخَاهُمْ (Saudara mereka): Maksudnya adalah saudara senasab dan sekabilah, bukan saudara seagama. Ini menunjukkan bahwa Nabi Hud diutus kepada kaumnya sendiri agar mereka lebih mudah menerima dakwahnya.
- هُودًا (Hud): Nabi Allah yang diutus kepada kaum 'Ad. Beliau adalah seorang yang jujur, amanah, dan sangat penyayang terhadap kaumnya.
- مُفْتَرُونَ (Orang-orang yang mengada-adakan kebohongan): Yaitu orang-orang yang berdusta dengan mengaku-ngaku bahwa Allah memiliki sekutu atau pasangan dalam ibadah.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum Muslimin sekalian, mari kita renungkan bersama firman Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam kisah Nabi Hud 'alaihissalam. Allah Ta'ala berfirman:
*"Dan kepada kaum 'Ad, Kami utus saudara mereka, yaitu Hud."*
Lihatlah betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah tidak membiarkan suatu kaum pun hidup dalam kesesatan tanpa seorang pemberi petunjuk. Maka diutuslah Nabi Hud kepada kaum 'Ad yang terkenal dengan kekuatan fisiknya yang gagah perkasa, namun mereka telah tersesat dalam kepercayaan mereka dengan menyembah berhala-berhala.
Nabi Hud 'alaihissalam pun berdiri di hadapan kaumnya dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, menyeru mereka dengan panggilan yang sangat menghangatkan hati: *"Wahai kaumku!"* — bukan "wahai orang-orang kafir" atau "wahai para penyembah berhala". Ini adalah pelajaran berharga bagi kita dalam berdakwah: gunakanlah kata-kata yang lembut dan penuh kasih sayang agar hati yang dituju menjadi lunak.
Kemudian beliau menyampaikan inti dakwahnya: *"Sembahlah Allah!"* — yaitu murnikanlah ibadah kalian hanya kepada Allah semata, jangan kalian persekutukan Dia dengan sesuatu apa pun. Karena sesungguhnya *"tidak ada bagimu Tuhan yang berhak disembah selain Dia"*. Tidak ada yang layak menerima sujud, doa, nadzar, dan segala bentuk ibadah kecuali Allah Yang Maha Esa, Yang Menciptakan langit dan bumi, Yang Memberi rezeki dan Menghidupkan serta Mematikan.
Kemudian Nabi Hud menegaskan: *"Tidaklah kalian itu melainkan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan."* Maksudnya, dalam pengakuan kalian bahwa Allah memiliki sekutu dan bahwa berhala-berhala itu layak disembah, kalian hanyalah orang-orang yang berdusta dan mengada-ada. Kalian menisbahkan kebohongan kepada Allah dengan mengaku bahwa Dia memiliki sekutu, padahal Allah Maha Suci dari segala sekutu dan partner.
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa dakwah kepada tauhid adalah dakwah para nabi seluruhnya. Dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, semua berseru dengan seruan yang sama: *"Sembahlah Allah, tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Dia."* Maka marilah kita jadikan tauhid sebagai landasan hidup kita, dan kita jauhi segala bentuk kesyirikan baik yang besar maupun yang kecil, karena syirik adalah dosa yang paling besar dan tidak akan diampuni oleh Allah kecuali dengan taubat yang tulus.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertauhid dan istiqamah di atas jalan para nabi. Aamiin.
📜 Ayat 48-52 — Hud
Terjemah — Hud 50
Surat Hud Ayat 50 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia…Surat Ayat 50/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 48–52. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








