Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Qā'imah (قَائِمَةٌ): Berdiri, dalam konteks ini beliau berdiri di balik tabir sambil melayani tamu-tuanya.
- Fa ḍaḥikat (فَضَحِكَتْ): Tertawa atau tersenyum karena takjub dan gembira.
- Basyarnāhā (بَشَّرْنَاهَا): Kami beri kabar gembira.
- Min warā'i (مِن وَرَاءِ): Setelah, maksudnya dari keturunan atau sesudahnya.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan momen penuh keberkahan dalam kehidupan keluarga Nabi Ibrahim 'alaihis salam. Istri beliau, yaitu Siti Sarah yang saat itu sudah lanjut usia, berdiri di balik tabir menyaksikan dan mendengar percakapan suaminya dengan para malaikat yang datang sebagai tamu. Beliau mendengar kabar bahwa kaum Nabi Luth akan diazab, dan juga menyaksikan bagaimana para tamu mulia itu menolak makanan yang dihidangkan.
Ketika para malaikat menyampaikan kabar gembira tentang akan lahirnya seorang anak bagi Ibrahim, Siti Sarah pun tertawa — bukan karena mengingkari, melainkan karena takjub dan heran bercampur gembira. Betapa tidak, beliau dan suaminya sudah sangat tua, dan beliau sendiri dalam keadaan mandul. Namun, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala melalui lisan para malaikat menyampaikan kabar gembira yang luar biasa: Siti Sarah akan melahirkan seorang putra yang diberi nama Ishak 'alaihis salam, dan setelah Ishak akan lahir pula Ya'qub — yang merupakan putra dari Ishak, yakni cucu dari Ibrahim dan Sarah. Ini adalah kabar bahwa beliau akan hidup cukup lama untuk menyaksikan generasi penerus dari keturunannya.
Subhanallah! Ini adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa dan Maha Pemurah. Ketika manusia sudah berputus asa, Allah justru memberikan karunia yang tak terduga. Siti Sarah yang sudah tua dan mandul, serta Nabi Ibrahim yang juga sudah lanjut usia, Allah karuniakan keturunan yang saleh dan menjadi para nabi pula. Dari Ishak lahirlah Ya'qub yang bergelar Israel, dan dari keturunannya muncullah para nabi Bani Israil hingga Nabi Isa 'alaihis salam.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengajarkan kita untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat Allah. Selama Allah masih memberi kehidupan, pintu harapan selalu terbuka. Allah Maha Mampu mewujudkan apa pun yang menurut akal manusia mustahil. Maka perbanyaklah berprasangka baik kepada Allah, dan yakinlah bahwa setiap ujian pasti disertai kemudahan. Sebagaimana keluarga Ibrahim yang diuji dengan penantian panjang, akhirnya Allah berikan kebahagiaan yang berlipat ganda. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba yang senantiasa bersyukur dan tidak pernah berhenti berharap kepada rahmat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 69-73 — Hud
Terjemah — Hud 71
Surat Hud Ayat 71 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami…Surat Ayat 71/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 69–73. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








