Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا يَجْرِمَنَّكُمْ : Janganlah sekali-kali mendorong dan membawa kalian.
- شِقَاقِي : Permusuhan dan kebencianku terhadap kalian karena kalian menentang seruanku.
- أَن يُصِيبَكُم : Sehingga menimpa kalian.
- مِّثْلُ مَا أَصَابَ : Azab yang serupa dengan yang menimpa.
- بِبَعِيدٍ : Jauh (baik dari segi tempat maupun waktu).
Tafsir Ayat:
Wahai kaumku, janganlah sekali-kali kebencian dan permusuhan kalian kepadaku karena aku mengajak kalian meninggalkan kesyirikan dan kembali kepada tauhid, mendorong kalian untuk terus bersikeras dalam kekufuran dan tidak mau bertobat. Jika kalian tetap demikian, maka akan menimpa kalian azab yang serupa dengan azab yang menimpa kaum Nuh yang ditenggelamkan oleh banjir besar, atau azab yang menimpa kaum Hud yang dibinasakan oleh angin yang sangat kencang, atau azab yang menimpa kaum Shalih yang dibinasakan oleh suara petir yang mengguntur. Dan ingatlah, kaum Luth yang telah dibalikkan negerinya dan dihujani dengan batu dari tanah liat itu tidaklah jauh dari kalian, baik dari segi tempat maupun waktu. Mereka tinggal di dekat negeri kalian, dan peristiwa kehancuran mereka masih dekat masanya. Maka ambillah pelajaran dari apa yang telah menimpa mereka sebelum azab yang sama menimpa kalian.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku sekalian, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang bahaya kesombongan dan keengganan menerima kebenaran. Nabi Syu'aib 'alaihissalam dengan penuh kasih sayang memperingatkan kaumnya agar tidak membiarkan kebencian pribadi menghalangi mereka dari menerima hidayah. Betapa indahnya akhlak para nabi—mereka tidak membalas kebencian dengan kebencian, tetapi justru dengan nasihat yang tulus dan peringatan yang penuh kelembutan.
Renungkanlah, betapa banyak umat sebelum kita yang telah binasa karena mendustakan para rasul. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah lengah dalam memberikan peringatan, dan setiap umat yang durhaka pasti mendapat balasannya. Namun di balik itu semua, Allah selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang mau kembali kepada-Nya. Janganlah kita menjadi orang yang menyesal di kemudian hari, ketika azab telah datang dan pintu taubat telah tertutup.
Marilah kita jadikan kisah-kisah umat terdahulu sebagai cermin bagi diri kita. Sesungguhnya Al-Qur'an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca, tetapi untuk direnungkan dan dijadikan petunjuk dalam setiap langkah kehidupan kita. Kebahagiaan sejati bukan terletak pada mempertahankan kebiasaan yang salah, melainkan pada keberanian untuk berubah menuju kebenaran. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mau mendengar nasihat dan mengambil pelajaran sebelum semuanya terlambat.
📜 Ayat 87-91 — Hud
Terjemah — Hud 89
Surat Hud Ayat 89 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Hai kaumku, janganlah hendaknya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan…Surat Ayat 89/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 87–91. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








