Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- اسْتَبَقَا : Keduanya berlomba-lomba menuju pintu.
- قَدَّتْ : Wanita itu merobek.
- مِنْ دُبُرٍ : Dari arah belakang.
- أَلْفَيَا : Keduanya mendapati/menemukan.
- سَيِّدَهَا : Suami wanita itu (Pembesar Mesir).
- سُوءًا : Perbuatan keji (zina).
- عَذَابٌ أَلِيمٌ : Siksaan yang menyakitkan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan peristiwa penting dalam kisah Nabi Yusuf 'alaihissalam. Ketika Yusuf yang masih muda dan tampan itu berlari menuju pintu untuk menyelamatkan diri dari godaan dan tipu daya istri pembesar Mesir, wanita itu pun mengejarnya dengan cepat. Ia berusaha menghalangi Yusuf keluar, lalu menarik dan merobek gamis Yusuf dari arah belakang hingga terkoyak. Saat keduanya tiba di depan pintu, mereka mendapati suami wanita itu (Pembesar Mesir) sudah berada di sana.
Maka dengan cerdik dan penuh tipu daya, istri pembesar itu segera berbicara lebih dulu untuk menutupi perbuatannya. Ia berkata kepada suaminya, "Tidak ada balasan bagi orang yang menginginkan kejahatan terhadap istrimu, kecuali dipenjara atau mendapat azab yang pedih." Ia berpura-pura menjadi korban dan menuntut hukuman bagi Yusuf, padahal sesungguhnya dialah yang berbuat salah dan menggoda Yusuf.
Wanita itu menyebut "kejahatan terhadap keluargamu" untuk membangkitkan kemarahan dan kecemburuan suaminya, sehingga suaminya tidak sempat bertanya lebih jauh tentang apa yang sebenarnya terjadi. Ia juga menyebut hukuman penjara atau siksaan yang menyakitkan agar Yusuf dijauhkan darinya—bukan karena takut kepada Allah, tetapi karena Yusuf menolak ajakannya.
Pelajaran dan Hikmah:
Sungguh indah pelajaran yang dapat kita petik dari ayat ini. Nabi Yusuf 'alaihissalam adalah teladan terbaik dalam menjaga kesucian diri. Meskipun berada dalam situasi yang sangat sulit—sendirian dengan wanita yang menggoda, pintu-pintu telah ditutup, dan tidak ada saksi—ia tetap memilih berlari menuju pintu untuk menyelamatkan diri, bukan menuruti hawa nafsu. Ini menunjukkan bahwa ketakwaan sejati adalah ketika seseorang mampu menjaga dirinya di saat tidak ada yang melihat, karena ia yakin bahwa Allah selalu melihatnya.
Wahai saudaraku, betapa indahnya jika kita meneladani akhlak Nabi Yusuf dalam menjaga kesucian diri. Ketika syahwat dan godaan menghampiri, ingatlah bahwa Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui. Berlari menjauhi kemaksiatan adalah tanda keimanan yang kuat. Allah tidak akan pernah membiarkan hamba-Nya yang berjuang menjaga kesucian diri, sebagaimana Dia menyelamatkan Yusuf dari fitnah besar dan mengangkat derajatnya menjadi pembesar di negeri Mesir.
Ayat ini juga mengajarkan kita untuk berhati-hati terhadap tipu daya manusia. Istri pembesar itu berusaha memutarbalikkan fakta dan menuduh Yusuf dengan kebohongan. Namun Allah Maha Mengetahui kebenaran. Sebagai orang beriman, kita tidak perlu khawatir terhadap fitnah dan tuduhan palsu, karena Allah akan membela hamba-Nya yang benar dan tulus. Tetaplah istiqamah di atas kebenaran, karena akhir yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
📜 Ayat 23-27 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 25
Surat Yusuf Ayat 25 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju…Surat Ayat 25/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 23–27. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








