Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Aṣ-Ṣiddīq: Orang yang sangat jujur dan benar perkataannya, serta dibenarkan oleh Allah dalam segala hal.
- Simān: Gemuk-gemuk, subur dan sehat.
- ‘Ijāf: Kurus-kurus, lemah dan tidak berdaya.
- Sunbulāt: Tangkai-tangkai gandum atau bulir-bulir tanaman.
- Khuḍr: Hijau segar, menunjukkan kesuburan.
- Yābisāt: Kering dan layu, menunjukkan kemarau.
Tafsir Ayat:
Ketika utusan raja itu tiba di penjara dan bertemu dengan Nabi Yusuf ‘alaihissalam, ia berseru dengan penuh harap: "Wahai Yusuf, wahai orang yang sangat jujur dan dipercaya, jelaskanlah kepada kami makna mimpi yang menggelisahkan ini: tujuh ekor sapi yang gemuk dan subur sedang dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus dan lemah, serta tujuh tangkai gandum yang hijau segar dan tujuh tangkai lainnya yang kering kerontang. Sungguh, aku berharap setelah mendapat penjelasan darimu, aku dapat kembali kepada raja dan para pembesarnya, lalu menyampaikan takwil mimpi ini kepada mereka, agar mereka mengetahui keutamaanmu dan kedudukanmu yang tinggi, dan agar mereka menyadari bahwa engkau adalah orang yang layak dihormati dan dibebaskan dari penjara."
Ayat ini menggambarkan betapa Allah ‘Azza wa Jalla memuliakan Nabi Yusuf dengan menjadikannya sumber ilmu dan hikmah di tengah kegelisahan penguasa Mesir. Meskipun berada dalam penjara yang gelap dan sempit, cahaya ilmu dan kejujuran Yusuf tetap bersinar terang, bahkan sampai ke istana raja. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: bahwa kemuliaan sejati bukan terletak pada kedudukan duniawi, tetapi pada kejujuran, ketakwaan, dan ilmu yang bermanfaat. Orang yang jujur dan berilmu akan selalu dicari dan dihormati, di mana pun ia berada.
Kisah ini juga mengajarkan kita untuk selalu berpegang pada kebenaran dan tidak putus asa dalam menghadapi ujian. Nabi Yusuf tidak pernah mengeluh atau kehilangan ketenangan meski harus mendekam di penjara bertahun-tahun. Ia tetap sabar, tawakal, dan terus berbuat baik. Akhirnya, Allah mengangkat derajatnya di hadapan raja dan seluruh rakyat Mesir. Sungguh, janji Allah itu pasti: "Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka" (QS. At-Talaq: 2-3).
Marilah kita meneladani akhlak Nabi Yusuf yang selalu jujur, sabar, dan tidak pernah menyimpan dendam. Ketika ia kelak diangkat menjadi bendahara Mesir, ia justru memaafkan saudara-saudaranya yang pernah berbuat zalim kepadanya. Begitulah indahnya akhlak para nabi — mereka adalah teladan terbaik bagi umat manusia dalam segala keadaan. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang jujur dan dicintai-Nya, serta diberikan kemudahan dalam setiap urusan sebagaimana Allah memudahkan urusan Nabi Yusuf ‘alaihissalam. Aamiin.
📜 Ayat 44-48 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 46
Surat Yusuf Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf dia berseru): "Yusuf, hai…Surat Ayat 46/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








