Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْعَزِيزُ: Al-Aziz, gelar kehormatan yang diberikan kepada penguasa Mesir saat itu, yaitu Nabi Yusuf 'alaihissalam.
- شَيْخًا كَبِيرًا: Orang tua yang sudah lanjut usia dan renta.
- فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُ: Ambillah salah seorang dari kami sebagai gantinya (sebagai tahanan atau budak).
Tafsir:
Dalam ayat yang penuh dengan nuansa kelembutan dan kasih sayang ini, kita menyaksikan bagaimana saudara-saudara Nabi Yusuf 'alaihissalam berusaha melunakkan hati beliau dengan cara yang sangat menyentuh. Mereka berkata: "Wahai Al-Aziz (penguasa yang mulia), sesungguhnya anak ini (Bunyamin) memiliki seorang ayah yang sudah sangat tua dan renta. Ayahnya sangat mencintainya dan tidak sanggup berpisah darinya. Maka ambillah salah seorang dari kami sebagai gantinya, tahanlah kami sebagai pengganti dia. Sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat kebaikan dan ihsan dalam memperlakukan kami maupun orang lain."
Mereka memohon dengan penuh harap agar Nabi Yusuf 'alaihissalam berkenan mengganti Bunyamin dengan salah seorang dari mereka, karena mereka tahu betapa beratnya ujian perpisahan ini bagi ayah mereka yang sudah sepuh. Mereka juga memuji kebaikan Yusuf dengan harapan beliau akan mengabulkan permintaan mereka, karena orang yang terbiasa berbuat baik akan mudah tergerak hatinya untuk menolong orang lain.
Ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang adab meminta dan bermunajat. Ketika kita menginginkan sesuatu dari seseorang, hendaknya kita menyampaikannya dengan bahasa yang santun, menyebutkan alasan yang kuat, dan mengakui kebaikan orang tersebut. Inilah akhlak mulia yang dicontohkan dalam Al-Qur'an.
Lebih dari itu, ayat ini juga menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam. Seorang ayah yang lanjut usia menjadi alasan yang sangat kuat untuk dibela dan dilindungi perasaannya. Islam mengajarkan kita untuk selalu berbakti dan menjaga hati orang tua, terutama di masa tua mereka yang penuh kelemahan dan membutuhkan kasih sayang.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Kuasa membolak-balikkan keadaan. Dahulu Yusuf kecil dibuang oleh saudara-saudaranya ke dalam sumur, kini ia menjadi penguasa Mesir yang dimintai belas kasihan oleh mereka. Sungguh, Allah tidak pernah melupakan hamba-Nya yang bersabar. Maka jadilah hamba yang senantiasa berbuat baik (ihsan) kepada sesama, karena kebaikan akan kembali kepada kita dengan cara yang tidak pernah kita duga.
📜 Ayat 76-80 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 78
Surat Yusuf Ayat 78 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Mereka berkata: "Wahai Al Aziz, sesungguhnya ia mempunyai ayah yang…Surat Ayat 78/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 76–80. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








