Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Mā nunazzilu (مَا نُنَزِّلُ): Kami tidak menurunkan.
- Al-Malā'ikah (الْمَلَائِكَةَ): Para malaikat.
- Illā bil-ḥaqq (إِلَّا بِالْحَقِّ): Kecuali dengan kebenaran/hikmah yang tepat.
- Ma kānū idzan munẓarīn (وَمَا كَانُوا إِذًا مُّنظَرِينَ): Tidaklah mereka ketika itu diberi tangguh (penundaan).
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ menjawab permintaan orang-orang musyrik yang menantang agar malaikat diturunkan kepada mereka sebagai bukti kebenaran Rasulullah ﷺ. Mereka berkata: "Mengapa engkau tidak mendatangkan malaikat kepada kami?" Maka Allah menegaskan bahwa Dia tidak menurunkan malaikat kecuali dengan kebenaran dan hikmah yang agung — bukan sekadar untuk memenuhi permintaan yang lahir dari kesombongan dan keingkaran.
Para malaikat tidak diturunkan kecuali ketika Allah menghendaki untuk menegakkan keadilan-Nya, yaitu saat datangnya azab yang pasti bagi orang-orang yang terus-menerus dalam kekafiran dan tidak mau beriman. Jika malaikat turun kepada mereka dalam keadaan mereka tetap ingkar, maka tidak ada lagi penundaan — azab akan segera menimpa mereka tanpa ampun. Sebagaimana kebiasaan para nabi terdahulu, ketika umat mereka meminta hal yang sama dan malaikat turun, maka saat itu pula azab datang dan mereka dibinasakan.
Ayat ini juga mengandung makna bahwa Al-Qur'an sendiri adalah kebenaran yang diturunkan melalui malaikat Jibril, dan itu sudah cukup sebagai bukti. Namun bagi mereka yang hatinya telah tertutup, bukti apa pun tidak akan bermanfaat.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya ayat ini mengajarkan kita tentang kebijaksanaan Allah dalam mengatur segala sesuatu. Allah tidak menuruti setiap permintaan yang diajukan dengan nada menantang, karena Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Terkadang manusia meminta sesuatu yang justru akan menjadi kebinasaan bagi mereka, dan Allah dengan kasih sayang-Nya tidak mengabulkannya.
Renungkanlah — betapa Allah memberikan kita kesempatan dan penangguhan untuk bertaubat. Setiap hari yang kita lalui adalah rahmat yang tiada tara. Jika malaikat turun dan azab datang, maka tidak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri. Maka manfaatkanlah waktu yang ada, bersegeralah kembali kepada Allah, perbanyak istighfar, dan jangan menunda-nunda taubat. Karena pintu taubat terbuka selama nyawa masih di badan dan malaikat maut belum datang menjemput.
Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba yang bersyukur atas nikmat penangguhan ini, dan menjauhkan kita dari sikap menantang kebenaran sebagaimana kaum-kaum terdahulu yang telah binasa. Aamiin.
📜 Ayat 6-10 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 8
Surat Ayat 8/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








