An-Nahl · 102/128
Terjemah Transliterasi — An-Nahl
قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ ۝١٠٢
Qul nazzalahoo Roohul Qudusi mir Rabbika bilhaqqi liyusabbital lazeena aamanoo wa hudanw wa bushraa lilmuslimeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Rūḥul Qudus: Jibril ‘alaihis salam, yang diberi gelar dengan sebutan ini karena kesuciannya dan amanahnya dalam menyampaikan wahyu.
  • Bil-ḥaqq: Dengan kebenaran yang pasti, tidak ada kebatilan, kekeliruan, atau penyimpangan di dalamnya.
  • Liyuṡabbita: Agar meneguhkan dan menguatkan hati orang-orang yang beriman.

Tafsir Ayat:

Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang musyrik yang menuduh bahwa Al-Qur’an itu adalah perkataanmu sendiri atau sihir yang engkau karang: "Tidaklah demikian! Sesungguhnya yang menurunkan Al-Qur’an ini adalah Jibril ‘alaihis salam, malaikat yang suci dan terpercaya, dari sisi Allah Rabbmu dengan kebenaran yang sempurna. Tidak ada kebatilan yang masuk ke dalamnya, tidak ada perubahan, dan tidak ada penyimpangan di dalamnya."

Allah menurunkan Al-Qur’an ini secara bertahap, sedikit demi sedikit, dengan tujuan yang agung: pertama, untuk meneguhkan hati orang-orang yang beriman. Setiap kali turun ayat baru, atau terjadi nasakh (penghapusan sebagian hukum), iman mereka semakin kuat dan keyakinan mereka semakin mantap, karena mereka mengetahui bahwa semua itu datang dari Allah Yang Maha Bijaksana. Kedua, Al-Qur’an ini menjadi petunjuk (hidayah) yang menuntun manusia dari kegelapan syirik dan kebodohan menuju cahaya tauhid dan ilmu. Ketiga, Al-Qur’an ini menjadi kabar gembira (basyarah) bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah, yaitu mereka yang tunduk dan patuh menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Mereka akan memperoleh pahala yang mulia di sisi Allah, baik di dunia berupa ketenangan hati, maupun di akhirat berupa surga yang penuh kenikmatan.

Wahai saudaraku kaum muslimin, renungkanlah kebesaran nikmat ini! Al-Qur’an bukanlah sekadar kitab biasa, melainkan wahyu dari langit yang dibawa oleh malaikat paling mulia, dari Rabb Yang Maha Pengasih. Ia turun untuk meneguhkan langkah kita di tengah gelombang kehidupan, menjadi lentera yang menerangi jalan kita, dan menjadi kabar gembira yang menghapus kesedihan hati. Maka berpegangteguhlah pada Al-Qur’an, niscaya hatimu akan kokoh, jiwamu akan tenang, dan masa depanmu akan cerah di dunia hingga akhirat. Sungguh, beruntunglah orang yang menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat setianya setiap hari.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 100-104 — An-Nahl

100إِنَّمَا سُلْطَانُهُ عَلَى الَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُ وَالَّذِينَ هُم بِهِ مُشْرِكُونَ
Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
101وَإِذَا بَدَّلْنَا آيَةً مَّكَانَ آيَةٍ ۙ وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوا إِنَّمَا أَنتَ مُفْتَرٍ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: "Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja". Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.
102قُلْ نَزَّلَهُ رُوحُ الْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِالْحَقِّ لِيُثَبِّتَ الَّذِينَ آمَنُوا وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ
Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)".
103وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ ۗ لِّسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُّبِينٌ
Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: "Sesungguhnya Al Quran itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)". Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa 'Ajam, sedang Al Quran adalah dalam bahasa Arab yang terang.
104إِنَّ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ اللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (Al Quran), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih.
An-NahlIndeks Quran
128Ayat
MakkiyahRevelation
102Ayat

Terjemah — An-Nahl 102

Surat An-Nahl Ayat 102 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Ruhul Qudus (Jibril) menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu…

Surat Ayat 102/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 100–104. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu