Al-Isra · 70/111
Terjemah Transliterasi — Al-Isra
۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا ۝٧٠
Wa laqad karramnaa Baneee aadama wa hamalnaahum fil barri walbahri wa razaqnaahum minat taiyibaati wa faddalnaahum `alaa kaseerim mimman khalaqnaa tafdeelaa
📖 Arti Bahasa Indonesia
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:

  • Karramnā (كَرَّمْنَا): Kami muliakan dan berikan kehormatan serta kemuliaan yang agung.
  • Banī Ādam (بَنِي آدَمَ): Seluruh keturunan Nabi Adam 'alaihissalam, yaitu seluruh umat manusia.
  • Ḥamalnāhum (حَمَلْنَاهُمْ): Kami angkut dan pindahkan mereka dari satu tempat ke tempat lain.
  • Al-Barr (الْبَرِّ): Daratan yang luas.
  • Al-Baḥr (الْبَحْرِ): Lautan.
  • Aṭ-Ṭayyibāt (الطَّيِّبَاتِ): Segala sesuatu yang baik, halal, dan lezat berupa makanan, minuman, dan rezeki lainnya.
  • Faḍḍalnāhum (فَضَّلْنَاهُمْ): Kami lebihkan dan unggulkan mereka.
  • Tafḍīlan (تَفْضِيلًا): Kelebihan yang sangat besar dan nyata.

Tafsir Ayat:

Allah Subhanahu wa Ta'ala menyampaikan kabar yang sangat agung dan mulia kepada seluruh umat manusia. Sungguh, Allah telah memuliakan anak cucu Adam dengan kemuliaan yang tiada tara. Kemuliaan ini bukan sekadar harta atau kedudukan duniawi, melainkan kemuliaan hakiki yang diberikan Allah kepada seluruh manusia tanpa terkecuali.

Di antara bentuk kemuliaan itu adalah Allah menganugerahkan akal yang sempurna, yang dengannya manusia mampu berpikir, membedakan yang baik dan yang buruk, serta mengenal Penciptanya. Allah juga mengutus para rasul kepada mereka untuk memberi petunjuk ke jalan yang lurus, dan menundukkan malaikat untuk bersujud menghormati Nabi Adam sebagai bapak seluruh manusia.

Kemudian Allah menyebutkan nikmat-Nya yang lain: Dia mengangkut mereka di daratan dengan berbagai kendaraan seperti hewan tunggangan dan kendaraan modern, serta di lautan dengan kapal-kapal yang berlayar membelah ombak. Ini semua adalah bukti kasih sayang Allah yang memudahkan manusia untuk berpindah dan memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Allah juga memberikan rezeki kepada mereka dari segala yang baik dan halal—makanan yang lezat, minuman yang segar, serta pasangan hidup yang menentramkan jiwa. Semua itu adalah karunia yang tidak terhitung jumlahnya.

Dan yang lebih menakjubkan lagi, Allah mengunggulkan manusia atas banyak makhluk-Nya dengan keunggulan yang sangat besar. Manusia diberi kemampuan untuk menguasai bumi, menundukkan alam, dan memanfaatkan segala isinya. Bahkan malaikat pun diperintahkan untuk menghormati manusia.

Melihat semua kemuliaan dan nikmat yang begitu melimpah ini, sudah sepantasnya kita sebagai manusia bersyukur kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Janganlah kita sia-siakan kemuliaan ini dengan bermaksiat kepada-Nya. Justru dengan nikmat akal dan petunjuk para rasul, kita diajak untuk semakin dekat kepada Allah, mengenal-Nya, dan beribadah hanya kepada-Nya.

Saudaraku, renungkanlah betapa Allah sangat mencintai kita. Dia memberikan segala yang kita butuhkan bahkan sebelum kita memintanya. Maka, marilah kita jadikan hidup ini sebagai ungkapan syukur yang nyata—dengan menjaga diri dari perbuatan dosa, menggunakan akal untuk kebaikan, dan memanfaatkan segala nikmat Allah di jalan yang diridhai-Nya. Sungguh, orang yang paling mulia di sisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa, karena itulah bentuk kesyukuran yang sejati atas kemuliaan yang telah Allah berikan kepada kita semua.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 68-72 — Al-Isra

68أَفَأَمِنتُمْ أَن يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ الْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ وَكِيلًا
Maka apakah kamu merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menjungkir balikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? dan kamu tidak akan mendapat seorang pelindungpun bagi kamu,
69أَمْ أَمِنتُمْ أَن يُعِيدَكُمْ فِيهِ تَارَةً أُخْرَىٰ فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِّنَ الرِّيحِ فَيُغْرِقَكُم بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ ثُمَّ لَا تَجِدُوا لَكُمْ عَلَيْنَا بِهِ تَبِيعًا
atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taupan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolongpun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami.
70۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا
Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan.
71يَوْمَ نَدْعُو كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَامِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ فَأُولَٰئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَابَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun.
72وَمَن كَانَ فِي هَٰذِهِ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِي الْآخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا
Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula) dan lebih tersesat dari jalan (yang benar).
Al-IsraIndeks Quran
111Ayat
MakkiyahRevelation
70Ayat

Terjemah — Al-Isra 70

Surat Al-Isra Ayat 70 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka…

Surat Ayat 70/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 68–72. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu