Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- كِلْتَا: kedua-duanya
- آتَتْ: memberikan/menghasilkan
- أُكُلَهَا: buahnya/makanannya
- وَلَمْ تَظْلِمْ: dan tidak mengurangi
- مِنْهُ شَيْئًا: darinya sedikit pun
- وَفَجَّرْنَا: dan Kami alirkan/teruskan
- خِلَالَهُمَا: di antara kedua kebun itu
- نَهَرًا: sungai
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menggambarkan betapa sempurnanya nikmat yang diberikan kepada pemilik dua kebun yang disebutkan dalam kisah ini. Kedua kebun itu sama-sama menghasilkan buahnya dengan sempurna—baik berupa kurma, anggur, maupun tanaman lainnya—tanpa ada sedikit pun yang berkurang atau cacat. Semuanya tumbuh subur dan berbuah lebat, seolah-olah bumi ini bermurah hati memberikan seluruh isinya kepada pemiliknya.
Bukan hanya itu, Allah juga mengalirkan sebuah sungai di tengah-tengah kedua kebun tersebut. Sungai ini mengairi tanaman-tanaman dengan mudah, sehingga kebun-kebun itu semakin hijau, segar, dan indah dipandang. Air yang mengalir deras menjadi sumber kehidupan bagi segala tumbuhan, menjadikan kebun itu benar-benar surga dunia yang memukau siapa pun yang melihatnya.
Subhanallah, betapa sempurnanya karunia Allah ini! Semua ini adalah bukti nyata bahwa Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia memberikan rezeki kepada siapa saja yang Dia kehendaki, tanpa perhitungan. Namun, perlu kita renungkan bersama: nikmat yang begitu besar ini justru membuat pemiliknya lupa diri. Ia menjadi sombong dan mengingkari nikmat Tuhannya, bahkan meragukan hari kebangkitan.
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Ketika Allah memberikan kita kenikmatan—baik harta, kesehatan, keluarga, maupun kesuksesan—janganlah sekali-kali kita menjadi lupa diri dan angkuh. Ingatlah bahwa semua itu adalah titipan dari Allah yang suatu saat akan dimintai pertanggungjawaban. Justru seharusnya nikmat itu menjadikan kita semakin dekat kepada Allah, semakin bersyukur, dan semakin banyak berbagi dengan sesama.
Renungkanlah: jika Allah memberikan kebun yang subur dengan sungai yang mengalir di tengahnya, itu semua adalah rahmat-Nya yang tiada tara. Maka, gunakanlah setiap nikmat yang kita miliki untuk kebaikan dan ketaatan, agar kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan tidak termasuk orang-orang yang merugi. Semoga Allah senantiasa menjaga hati kita dari sifat sombong dan lupa diri, serta menjadikan kita hamba yang selalu ingat kepada-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin.
📜 Ayat 31-35 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 33
Surat Ayat 33/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 31–35. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








