Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- جَاوَزَا (telah melewati): Maksudnya, keduanya telah melewati tempat pertemuan dua laut, yaitu batu tempat mereka beristirahat dan melupakan ikan.
- فَتَاهُ (pelayannya): Yaitu Yusa' bin Nun, pembantu Nabi Musa yang setia menemaninya dalam perjalanan.
- غَدَاءَنَا (makanan pagi kami): Makanan yang disiapkan untuk dimakan di awal siang atau saat sarapan.
- نَصَبًا (kelelahan): Rasa letih, payah, dan capek yang luar biasa akibat perjalanan panjang.
Tafsir Lengkap:
Setelah keduanya—Nabi Musa dan pelayannya—melewati tempat yang diperintahkan Allah, yaitu batu besar tempat pertemuan dua lautan, barulah Nabi Musa merasakan lapar dan kelelahan yang amat sangat. Saat itulah beliau berkata kepada pelayannya, Yusa' bin Nun: "Bawalah kemari makanan pagi kita, sungguh kita telah merasakan kelelahan yang berat dari perjalanan kita ini."
Perhatikanlah keindahan adab Nabi Musa ini! Beliau tidak langsung menyalahkan pelayannya atau marah-marah, tetapi dengan lembut meminta makanan dan mengutarakan kondisinya. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua—bahwa dalam setiap kesulitan dan kelelahan, seorang mukmin hendaknya bersabar dan tetap menjaga akhlak mulia kepada sesama.
Sesungguhnya kelelahan yang dirasakan Nabi Musa ini terjadi setelah beliau melewati tempat yang diperintahkan Allah, dan hal itu terjadi justru agar beliau teringat akan ikan yang telah hidup kembali dan melompat ke laut—tanda yang Allah jadikan sebagai petunjuk untuk bertemu dengan Nabi Khidir. Maka kelelahan itu bukanlah sia-sia, melainkan bagian dari hikmah Allah untuk mengarahkan hamba-Nya yang saleh kepada ilmu dan kebaikan yang lebih besar.
Saudaraku sekalian, dalam kehidupan ini, kita pun sering merasakan letih dan payah dalam menuntut ilmu, bekerja, atau berjuang di jalan Allah. Janganlah sekali-kali kita menganggap kelelahan itu sebagai kerugian. Justru di balik setiap keletihan yang kita rasakan karena ketaatan, tersimpan rahmat dan kemudahan yang Allah siapkan. Allah Ta'ala berfirman: "Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan" (QS. Al-Insyirah: 6). Maka bersabarlah, niscaya pertolongan Allah akan datang!
Kisah ini juga mengajarkan kita tentang pentingnya kebersamaan dan saling membantu. Nabi Musa tidak berjalan sendirian, melainkan bersama pelayannya. Begitu pula dalam hidup kita, mari kita saling tolong-menolong dalam kebaikan dan ketakwaan, karena Allah mencintai hamba-hamba-Nya yang saling menyayangi dan bekerja sama dalam kebaikan.
📜 Ayat 60-64 — Al-Kahf
Terjemah — Al-Kahf 62
Surat Al-Kahf Ayat 62 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya:…Surat Ayat 62/110 — Al-Kahf الكهف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Kahf Dengarkan, Al-Kahf Terjemah, Al-Kahf mp3, Al-Kahf pdf. Ayat 60–64. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








