Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَقَامًا (Maqāman): tempat tinggal, kediaman, atau posisi hidup.
- نَدِيًّا (Nadiyyan): majelis, tempat berkumpul, atau pergaulan sosial.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seiman, renungkanlah firman Allah ini dengan hati yang jernih. Ketika ayat-ayat Allah yang jelas dan nyata dibacakan kepada manusia—ayat-ayat yang menerangkan kebenaran, mengajak kepada kebaikan, dan menunjukkan jalan keselamatan—orang-orang yang kufur kepada Allah dan mengingkari nikmat-Nya justru berkata dengan nada sombong dan penuh ejekan kepada orang-orang yang beriman. Mereka berkata, "Manakah di antara dua golongan ini yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah majelis pertemuannya? Golongan kami yang kaya raya, berharta, dan berkedudukan tinggi, ataukah golongan kalian yang miskin dan hina?"
Mereka mengukur kemuliaan dengan harta, pangkat, dan kemewahan dunia. Mereka memandang rendah orang-orang beriman yang kebanyakan terdiri dari kaum fakir dan miskin, seperti Bilal, Ammar, Shuhaib, dan lainnya. Orang-orang musyrik Quraisy saat itu hidup dalam kemewahan—mereka menyisir rambut, memakai minyak wangi, dan mengenakan pakaian terbaik mereka—lalu mereka membanggakan diri di hadapan para sahabat Rasulullah ﷺ yang hidup sederhana dengan pakaian yang lusuh dan keadaan yang pas-pasan.
Mereka tidak menyadari bahwa kemuliaan sejati bukanlah diukur dengan kemewahan dunia yang fana, melainkan dengan keimanan dan ketakwaan yang kekal di sisi Allah. Sungguh, inilah tipuan dunia yang memperdaya banyak manusia. Mereka terlena dengan gemerlapnya dunia sehingga lupa bahwa kehidupan akhirat jauh lebih baik dan lebih kekal.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Janganlah sekali-kali kita tertipu oleh kemewahan dunia dan memandang rendah orang lain karena kemiskinan atau kesederhanaan hidup mereka. Allah tidak menilai hamba-Nya dari harta, keturunan, atau kedudukan, tetapi dari keimanan dan amal salehnya. Orang-orang kafir yang membanggakan kemewahan dunia itu kelak akan merasakan akibat dari kesombongan mereka, sementara orang-orang beriman yang sabar dan istiqamah akan mendapatkan kemuliaan yang abadi di surga.
Ingatlah firman Allah yang menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau, sedangkan kampung akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya. Maka jadilah hamba yang rendah hati, tidak sombong dengan apa yang kita miliki, dan tidak merendahkan orang lain karena keterbatasan mereka. Karena sesungguhnya, kemuliaan di sisi Allah hanyalah milik orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, serta menjauhkan kita dari sifat sombong dan membanggakan diri. Aamiin.
📜 Ayat 71-75 — Maryam
Terjemah — Maryam 73
Surat Maryam Ayat 73 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang terang (maksudnya),…Surat Ayat 73/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 71–75. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








