Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- السُّفَهَاءُ: orang-orang yang bodoh, lemah akal, dan kurang pemahaman.
- النَّاسُ: yang dimaksud di sini adalah para sahabat Nabi Muhammad ﷺ dan orang-orang yang beriman dari kalangan Ahli Kitab seperti Abdullah bin Salam dan lainnya.
Tafsir Ayat:
Apabila orang-orang munafik itu dinasihati dan dikatakan kepada mereka, "Berimanlah kalian sebagaimana orang-orang telah beriman," yakni beriman dengan iman yang benar yang meresap ke dalam hati, diucapkan dengan lisan, dan dibuktikan dengan amal perbuatan sebagaimana iman para sahabat Rasulullah ﷺ dan orang-orang saleh lainnya, maka mereka menjawab dengan nada mengejek dan meremehkan, "Apakah kami akan beriman seperti orang-orang yang bodoh dan lemah akal itu?"
Mereka menganggap bahwa orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang kurang akal dan tidak memiliki pemahaman yang benar. Padahal, merekalah yang sebenarnya berada dalam kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah ﷻ membantah perkataan mereka dengan tegas: "Ketahuilah, sesungguhnya merekalah orang-orang yang bodoh itu, akan tetapi mereka tidak mengetahui." Maksudnya, kebodohan dan kesesatan itu sebenarnya tertuju kepada mereka sendiri, namun mereka tidak menyadari hal tersebut karena hati mereka telah tertutup oleh kesombongan dan keangkuhan.
Mereka menganggap dirinya cerdas dan bijaksana, tetapi sebenarnya mereka adalah orang-orang yang paling bodoh karena menolak kebenaran yang jelas dan memilih kesesatan. Mereka tidak menyadari bahwa dengan menolak iman, mereka telah menjerumuskan diri mereka sendiri ke dalam kerugian yang besar di dunia dan akhirat.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa sifat munafik itu berakar dari kesombongan dan rasa merasa paling benar. Orang munafik selalu mencari alasan untuk menolak kebenaran, bahkan mereka menghina orang-orang yang beriman dengan sebutan "bodoh" dan "kurang akal". Padahal, orang yang beriman kepada Allah dengan hati yang tulus adalah orang yang paling cerdas, karena ia telah menemukan jalan keselamatan yang hakiki.
Sebagai seorang muslim, kita harus berbangga dengan iman kita dan tidak perlu merasa rendah diri ketika orang lain menghina atau meremehkan keyakinan kita. Sesungguhnya kemuliaan di sisi Allah bukan diukur dengan harta, pangkat, atau pengakuan manusia, melainkan dengan ketakwaan dan keimanan yang ada di dalam hati.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu istiqamah di atas kebenaran, meskipun banyak orang yang mengejek dan menghina. Karena sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah orang-orang yang paling mulia di sisi Allah, dan kebodohan yang sebenarnya adalah kebodohan orang-orang yang menolak petunjuk-Nya.
📜 Ayat 11-15 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 13
Surat Al-Baqarah Ayat 13 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apabila dikatakan kepada mereka: "Berimanlah kamu sebagaimana orang-orang lain telah…Surat Ayat 13/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 11–15. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








