Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Al-Mannu (الْمَنِّ): Menyebut-nyebut pemberian dan mengungkit-ungkitnya di hadapan orang yang diberi, baik dengan ucapan maupun perbuatan yang menyakiti hatinya.
- Al-Adza (الْأَذَى): Segala bentuk gangguan atau perkataan yang menyakiti perasaan penerima sedekah, seperti mencela, menghina, atau merendahkannya.
- Riaa` (رِئَاءَ): Beramal bukan karena Allah, melainkan agar dilihat dan dipuji manusia.
- Shafwan (صَفْوَانٍ): Batu yang licin dan halus.
- Wabil (وَابِلٌ): Hujan lebat yang deras.
- Shaldan (صَلْدًا): Batu yang bersih, keras, dan tidak ada apa pun di atasnya.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Janganlah kalian merusak dan menghilangkan pahala sedekah kalian dengan sikap suka menyebut-nyebut pemberian (al-mannu) dan menyakiti hati penerima (al-adza). Perbuatan ini sangat tercela dan menghapus keikhlasan amal.
Allah kemudian memberikan perumpamaan yang sangat dalam bagi orang yang merusak sedekahnya dengan cara seperti itu. Ia diibaratkan seperti orang yang membelanjakan hartanya hanya untuk dilihat manusia (riya), agar mereka memujinya dan menyebutnya dermawan, padahal ia tidak beriman kepada Allah dan tidak meyakini hari akhir serta segala balasan yang ada di dalamnya. Orang seperti ini hanyalah seorang munafik yang amalnya tidak dilandasi keikhlasan.
Perumpamaan amal mereka adalah seperti batu yang licin dan halus yang di atasnya terdapat debu tanah. Lalu turunlah hujan lebat yang deras menerpa batu itu, sehingga seluruh debu yang menempel tersapu bersih dan hilang, meninggalkan batu itu dalam keadaan bersih, keras, dan tidak ada apa pun di atasnya. Demikianlah keadaan orang-orang yang beramal karena riya dan suka menyakiti hati orang lain: amal-amal mereka akan sirna di sisi Allah pada hari kiamat, dan mereka tidak akan mendapatkan pahala sedikit pun dari apa yang telah mereka usahakan di dunia.
Dan Allah tidak akan memberikan petunjuk kepada orang-orang yang kafir untuk meraih kebaikan dalam infak dan amal-amal mereka, karena mereka telah menutup hati mereka dari kebenaran dan keikhlasan.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku seiman, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga tentang kemurnian niat. Sedekah yang paling dicintai Allah adalah yang lahir dari hati yang ikhlas, tanpa mengharap pujian manusia dan tanpa menyakiti perasaan penerima. Betapa indahnya jika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak mengetahuinya.
Ingatlah bahwa harta yang kita keluarkan di jalan Allah tidak akan pernah berkurang, bahkan Allah akan melipatgandakannya hingga tujuh ratus kali lipat. Namun, semua itu bisa sirna seketika hanya karena lisan yang tidak terjaga—menyebut-nyebut pemberian atau menyakiti hati saudara kita yang sedang membutuhkan.
Marilah kita jaga keikhlasan hati kita, perbaiki lisan kita, dan senantiasa mengharap wajah Allah semata dalam setiap amal kebaikan. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang tersembunyi di dalam hati, dan tidak ada satu amal pun yang luput dari pengawasan-Nya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan dijauhkan dari sifat riya serta suka menyakiti sesama. Aamiin.
📜 Ayat 262-266 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 264
Surat Ayat 264/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 262–266. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








