Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Ālihah (آلِهَةً): Sesembahan-sesembahan selain Allah.
- Burhān (بُرْهَانَكُمْ): Dalil, bukti, atau hujjah yang jelas dan meyakinkan.
- Żikr (ذِكْرُ): Peringatan, pelajaran, atau kitab suci yang diturunkan.
- Mu'riḍūn (مُعْرِضُونَ): Orang-orang yang berpaling dari kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, apakah orang-orang musyrik itu benar-benar menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah yang mereka anggap dapat memberi manfaat, menolak mudarat, menghidupkan, dan mematikan? Sungguh, ini adalah pertanyaan yang mengandung kecaman keras atas kebodohan mereka. Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk menantang mereka: "Bawalah kemari bukti-bukti dan dalil-dalil kalian yang menunjukkan bahwa sesembahan-sesembahan itu berhak disembah!" Namun, mustahil mereka mampu membawa bukti apa pun, karena tidak ada satu dalil pun yang mendukung kesyirikan mereka.
Allah kemudian menjelaskan bahwa Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah peringatan bagi umatnya, dan kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur juga merupakan peringatan bagi umat-umat terdahulu. Semua kitab suci itu sepakat mengajarkan tauhid dan melarang kesyirikan. Tidak ada satu pun ayat dalam kitab-kitab tersebut yang membenarkan pengambilan sesembahan selain Allah. Maka, jika mereka mengaku memiliki dalil, silakan mereka mencarinya dalam kitab-kitab itu — niscaya mereka tidak akan menemukannya sama sekali.
Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran karena mereka tidak mau merenungkan dan mencari ilmu. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, adat istiadat nenek moyang, dan taklid buta tanpa dasar. Oleh karena itu, mereka berpaling dari kebenaran yang jelas, enggan menerimanya, dan menolak untuk berfikir dengan akal sehat mereka.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa Islam adalah agama yang berdiri di atas dalil dan bukti yang nyata. Allah tidak pernah meminta kita untuk beriman secara membabi buta, melainkan mengajak kita untuk merenung, berpikir, dan mencari kebenaran. Al-Qur'an dan kitab-kitab suci sebelumnya semuanya sepakat mengajak kepada tauhid — mengesakan Allah dalam ibadah.
Maka, marilah kita jadikan ilmu sebagai cahaya dalam kehidupan kita. Jangan mudah terpengaruh oleh tradisi atau kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Allah. Setiap kali kita beribadah, bertanyalah pada diri sendiri: "Apakah ini sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah?" Karena kebahagiaan sejati terletak pada mengikuti kebenaran, bukan pada mengikuti mayoritas yang belum tentu benar. Allah berfirman dalam ayat lain: "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah" (Al-An'am: 116).
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu, yang mengenal kebenaran dan mengamalkannya, serta menjauhkan kita dari sikap berpaling dari petunjuk-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 22-26 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 24
Surat Al-Anbiya Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran)…Surat Ayat 24/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








