Al-Anbiya · 24/112
Terjemah Transliterasi — Al-Anbiya
أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً ۖ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ ۖ هَٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِيَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِي ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ ۝٢٤
Amit takhazoo min doonihee aalihatan qul haatoo burhaanakum haaza zikru mam ma`iya wa zikru man qablee; bal aksaruhum laa ya`lamoonal haqqa fahum mu`ridoon
📖 Arti Bahasa Indonesia
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:

  • Ālihah (آلِهَةً): Sesembahan-sesembahan selain Allah.
  • Burhān (بُرْهَانَكُمْ): Dalil, bukti, atau hujjah yang jelas dan meyakinkan.
  • Żikr (ذِكْرُ): Peringatan, pelajaran, atau kitab suci yang diturunkan.
  • Mu'riḍūn (مُعْرِضُونَ): Orang-orang yang berpaling dari kebenaran.

Tafsir Ayat:

Wahai manusia, apakah orang-orang musyrik itu benar-benar menjadikan sesembahan-sesembahan selain Allah yang mereka anggap dapat memberi manfaat, menolak mudarat, menghidupkan, dan mematikan? Sungguh, ini adalah pertanyaan yang mengandung kecaman keras atas kebodohan mereka. Allah memerintahkan Nabi Muhammad ﷺ untuk menantang mereka: "Bawalah kemari bukti-bukti dan dalil-dalil kalian yang menunjukkan bahwa sesembahan-sesembahan itu berhak disembah!" Namun, mustahil mereka mampu membawa bukti apa pun, karena tidak ada satu dalil pun yang mendukung kesyirikan mereka.

Allah kemudian menjelaskan bahwa Al-Qur'an yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ adalah peringatan bagi umatnya, dan kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat, Injil, dan Zabur juga merupakan peringatan bagi umat-umat terdahulu. Semua kitab suci itu sepakat mengajarkan tauhid dan melarang kesyirikan. Tidak ada satu pun ayat dalam kitab-kitab tersebut yang membenarkan pengambilan sesembahan selain Allah. Maka, jika mereka mengaku memiliki dalil, silakan mereka mencarinya dalam kitab-kitab itu — niscaya mereka tidak akan menemukannya sama sekali.

Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak mengetahui kebenaran karena mereka tidak mau merenungkan dan mencari ilmu. Mereka hanya mengikuti hawa nafsu, adat istiadat nenek moyang, dan taklid buta tanpa dasar. Oleh karena itu, mereka berpaling dari kebenaran yang jelas, enggan menerimanya, dan menolak untuk berfikir dengan akal sehat mereka.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa Islam adalah agama yang berdiri di atas dalil dan bukti yang nyata. Allah tidak pernah meminta kita untuk beriman secara membabi buta, melainkan mengajak kita untuk merenung, berpikir, dan mencari kebenaran. Al-Qur'an dan kitab-kitab suci sebelumnya semuanya sepakat mengajak kepada tauhid — mengesakan Allah dalam ibadah.

Maka, marilah kita jadikan ilmu sebagai cahaya dalam kehidupan kita. Jangan mudah terpengaruh oleh tradisi atau kebiasaan yang bertentangan dengan ajaran Allah. Setiap kali kita beribadah, bertanyalah pada diri sendiri: "Apakah ini sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah?" Karena kebahagiaan sejati terletak pada mengikuti kebenaran, bukan pada mengikuti mayoritas yang belum tentu benar. Allah berfirman dalam ayat lain: "Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah" (Al-An'am: 116).

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu, yang mengenal kebenaran dan mengamalkannya, serta menjauhkan kita dari sikap berpaling dari petunjuk-Nya. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 22-26 — Al-Anbiya

22لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ إِلَّا اللَّهُ لَفَسَدَتَا ۚ فَسُبْحَانَ اللَّهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُونَ
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai 'Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.
23لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ
Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.
24أَمِ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ آلِهَةً ۖ قُلْ هَاتُوا بُرْهَانَكُمْ ۖ هَٰذَا ذِكْرُ مَن مَّعِيَ وَذِكْرُ مَن قَبْلِي ۗ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ الْحَقَّ ۖ فَهُم مُّعْرِضُونَ
Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran) ini adalah peringatan bagi orang-orang yang bersamaku, dan peringatan bagi orang-orang yang sebelumku". Sebenarnya kebanyakan mereka tiada mengetahui yang hak, karena itu mereka berpaling.
25وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan Kami wahyukan kepadanya: "Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku".
26وَقَالُوا اتَّخَذَ الرَّحْمَٰنُ وَلَدًا ۗ سُبْحَانَهُ ۚ بَلْ عِبَادٌ مُّكْرَمُونَ
Dan mereka berkata: "Tuhan Yang Maha Pemurah telah mengambil (mempunyai) anak", Maha Suci Allah. Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan,
Al-AnbiyaIndeks Quran
112Ayat
MakkiyahRevelation
24Ayat

Terjemah — Al-Anbiya 24

Surat Al-Anbiya Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan selain-Nya? Katakanlah: "Unjukkanlah hujjahmu! (Al Quran)…

Surat Ayat 24/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu