Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- تَفَثَهُمْ (tafatsahum): kotoran yang melekat di badan, seperti kuku yang panjang, bau badan, dan kotoran lainnya yang menumpuk selama ihram.
- نُذُورَهُمْ (nudzūrahum): nazar-nazar mereka, yaitu janji atau kewajiban yang mereka tetapkan atas diri mereka sendiri untuk beribadah kepada Allah, seperti menyembelih hewan kurban (hadyu) atau amalan kebaikan lainnya.
- الْبَيْتِ الْعَتِيقِ (al-baitil ‘atīq): rumah tua yang dimuliakan, yaitu Ka'bah. Disebut "atīq" karena Allah telah membebaskannya (meng'itq'kan) dari kekuasaan para tiran, dan juga karena ia adalah rumah pertama yang dibangun untuk beribadah kepada Allah di muka bumi.
Tafsir Ayat:
Setelah para jamaah haji menyelesaikan rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, serta melontar jumrah, Allah memerintahkan mereka untuk menyempurnakan ibadah haji mereka dengan tiga perkara penting.
*Pertama*, Allah memerintahkan mereka untuk menghilangkan kotoran dan kekotoran yang menumpuk selama berihram. Ini dilakukan dengan cara bercukur atau memendekkan rambut kepala, memotong kuku, mencukur kumis, membersihkan badan, dan mengenakan pakaian biasa. Ini adalah tanda keluarnya seseorang dari ihram dan kembalinya kepada keadaan yang bersih dan suci.
*Kedua*, Allah memerintahkan mereka untuk menunaikan nazar-nazar yang telah mereka janjikan kepada Allah, baik berupa ibadah haji, umrah, menyembelih hewan kurban, atau amalan kebaikan lainnya yang mereka ikrarkan selama dalam perjalanan haji. Ini mengajarkan kita bahwa seorang mukmin harus menepati janjinya kepada Allah, sebagaimana ia menepati janji kepada sesama manusia.
*Ketiga*, Allah memerintahkan mereka untuk melakukan thawaf di Baitullah — thawaf ifadhah — yaitu mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali. Ini adalah rukun haji yang paling agung, dan ia dilakukan di rumah yang paling mulia di muka bumi, yaitu Ka'bah yang telah Allah bebaskan dari kekuasaan para tiran dan pembangkang sepanjang sejarah.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat indah: bahwa ibadah haji tidak hanya membersihkan badan dari kotoran fisik, tetapi juga membersihkan jiwa dari dosa dan kesalahan. Ketika seorang hamba meninggalkan kesenangan duniawi yang halal selama ihram, ia belajar untuk taat dan patuh kepada Allah. Ketika ia menunaikan nazar, ia belajar tentang kejujuran dan komitmen. Dan ketika ia thawaf mengelilingi Baitullah, ia merasakan kedekatan yang luar biasa dengan Rabb-nya, seakan-akan seluruh alam semesta berputar mengelilingi cinta kepada Allah.
Saudaraku, marilah kita renungkan keagungan ayat ini. Allah tidak hanya mengajarkan kita tentang tata cara ibadah, tetapi juga tentang bagaimana menjadi hamba yang bersih lahir dan batin, jujur dalam janji, dan dekat dengan Allah dalam setiap gerak kehidupan. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk meneladani nilai-nilai luhur ini dalam kehidupan sehari-hari, dan semoga Allah mempertemukan kita dengan Baitullah yang mulia ini. Aamiin.
📜 Ayat 27-31 — Al-Hajj
Terjemah — Al-Hajj 29
Surat Al-Hajj Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Kemudian, hendaklah mereka menghilangkan kotoran yang ada pada badan mereka…Surat Ayat 29/78 — Al-Hajj الحج (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hajj Dengarkan, Al-Hajj Terjemah, Al-Hajj mp3, Al-Hajj pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








