Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Kullān (كُلًّا): setiap umat yang telah disebutkan sebelumnya, seperti kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, dan lainnya.
- Ḍarabnā lahu al-amtsāl (ضَرَبْنَا لَهُ الْأَمْثَالَ): Kami jelaskan kepada mereka berbagai perumpamaan, bukti-bukti, dan pelajaran dari kisah umat-umat terdahulu.
- Tabbarnā (تَبَّرْنَا): Kami hancurkan dan binasakan.
- Tatbīran (تَتْبِيرًا): penghancuran yang total dan menyeluruh, tidak menyisakan sedikit pun.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia yang beriman, perhatikanlah! Setiap umat yang telah Kami sebutkan kisahnya dalam Al-Qur'an—baik kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, maupun umat-umat lainnya—telah Kami berikan perumpamaan-perumpamaan yang jelas. Kami utus kepada mereka para rasul, Kami turunkan kitab-kitab, Kami perlihatkan mukjizat-mukjizat, dan Kami ceritakan kepada mereka bagaimana nasib umat-umat terdahulu yang mendustakan rasul-rasul mereka. Semua itu Kami lakukan agar mereka mengambil pelajaran, membuka mata hati, dan kembali ke jalan yang benar. Kami tidak pernah menghancurkan suatu kaum kecuali setelah tegaknya hujjah dan jelasnya kebenaran di hadapan mereka.
Namun, betapa disayangkan! Mereka tetap berpaling dan mendustakan. Maka ketika mereka telah melampaui batas dan menolak kebenaran, Kami hancurkan mereka dengan kehancuran yang sangat dahsyat. Tidak ada seorang pun yang selamat dari azab Kami. Mereka binasa laksana kaca yang pecah berkeping-keping, tak tersisa lagi kekuatan maupun kejayaan mereka.
Inilah pelajaran besar bagi kita semua. Allah tidak pernah menzalimi hamba-Nya, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri dengan kekufuran dan kedurhakaan.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita betapa besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Allah tidak pernah membinasakan suatu kaum kecuali setelah memberikan peringatan dan penjelasan yang sempurna. Ini menunjukkan keadilan Allah yang Maha Sempurna. Namun di sisi lain, ayat ini juga menjadi peringatan keras bagi kita: jangan pernah meremehkan peringatan Allah dan jangan menunda-nunda taubat. Setiap hari yang kita lalui adalah kesempatan emas untuk kembali kepada-Nya.
Bayangkan, betapa ruginya umat-umat terdahulu yang telah melihat bukti-bukti kebenaran, tetapi tetap memilih kesombongan dan keingkaran. Mereka kehilangan segalanya—dunia dan akhirat. Sedangkan kita hari ini, Al-Qur'an ada di tangan kita, Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan, dan berbagai tanda kebesaran Allah terbentang di hadapan kita. Apakah kita akan mengikuti jejak mereka yang binasa? Ataukah kita akan menjadi hamba-hamba yang bersyukur dan taat?
Marilah kita jadikan kisah-kisah dalam Al-Qur'an sebagai cermin. Setiap kali kita membaca kisah kehancuran umat terdahulu, kita harus bertanya pada diri sendiri: "Apakah aku sudah mengambil pelajaran darinya?" Jangan sampai kita termasuk golongan yang disebutkan dalam firman Allah: "Dan betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, yang (penduduknya) dalam keadaan zalim, maka runtuh bangunan-bangunannya, dan (betapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi." (QS. Al-Hajj: 45)
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendengar perkataan lalu mengikuti yang terbaik. Aamiin.
📜 Ayat 37-41 — Al-Furqan
Terjemah — Al-Furqan 39
Surat Al-Furqan Ayat 39 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami jadikan bagi masing-masing mereka perumpamaan dan masing-masing mereka…Surat Ayat 39/77 — Al-Furqan الفرقان (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Furqan Dengarkan, Al-Furqan Terjemah, Al-Furqan mp3, Al-Furqan pdf. Ayat 37–41. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








