Asy-Syu'ara · 30/227
Terjemah Transliterasi — Asy-Syu'ara
قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِينٍ ۝٣٠
Qaala awalw ji`tuka bishai`im mubeen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Awalau (أَوَلَوْ): Kata ini terdiri dari "a" (hamzah istifham/pertanyaan) dan "walau" (dan kalaupun). Maknanya: "Apakah engkau akan tetap melakukan itu, kalaupun..."
  • Ji'tuka (جِئْتُكَ): Aku datang kepadamu dengan membawa...
  • Bisyai-in mubin (بِشَيْءٍ مُّبِينٍ): Sesuatu yang jelas dan nyata, yaitu bukti atau mukjizat yang terang dan tidak samar lagi.

Tafsir Ayat:

Setelah Fir'aun mengancam Nabi Musa 'alaihissalam dengan penjara jika ia terus menyeru kepada tauhid dan meninggalkan agama Fir'aun, maka Nabi Musa menjawab dengan penuh ketenangan dan keyakinan yang mantap. Beliau berkata: "Apakah engkau akan memenjarakanku, wahai Fir'aun, kalaupun aku datang kepadamu dengan membawa sesuatu yang jelas dan nyata yang membuktikan kebenaran ucapanku?"

Maksudnya: Nabi Musa 'alaihissalam bertanya dengan nada keheranan, "Apakah engkau akan menghukumku dan memenjarakanku hanya karena aku menyampaikan kebenaran, meskipun aku mampu menunjukkan bukti yang sangat jelas yang tidak meninggalkan keraguan sedikit pun?" Ini adalah pertanyaan yang menunjukkan ketinggian akhlak dan keberanian Nabi Musa dalam menyampaikan kebenaran. Beliau tidak gentar dengan ancaman Fir'aun, justru beliau menantang dengan menunjukkan bahwa kebenaran yang dibawanya itu disertai bukti yang nyata.

Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa seorang mukmin sejati tidak akan takut terhadap ancaman dan intimidasi dalam menegakkan kebenaran. Selama kita berada di atas kebenaran dan memiliki bukti yang jelas, maka tidak ada alasan untuk mundur atau gentar. Nabi Musa 'alaihissalam memberikan teladan luar biasa tentang keberanian menyampaikan dakwah dengan hikmah dan argumentasi yang kuat.


Pesan Dakwah:

Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah keteguhan hati Nabi Musa 'alaihissalam! Beliau berdiri di hadapan penguasa yang sangat zalim dan bengis, namun beliau tidak gentar sedikit pun. Beliau justru menjawab dengan tenang dan penuh keyakinan. Ini adalah pelajaran berharga bagi kita: kebenaran akan selalu berdiri tegak meskipun di hadapan kekuasaan yang tampak besar. Janganlah kita takut menyampaikan kebenaran, karena Allah bersama orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Keyakinan yang kuat dan bukti yang nyata adalah senjata terbaik seorang mukmin dalam menghadapi segala tantangan dan rintangan.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 28-32 — Asy-Syu'ara

28قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَا ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ
Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal".
29قَالَ لَئِنِ اتَّخَذْتَ إِلَٰهًا غَيْرِي لَأَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُونِينَ
Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan".
30قَالَ أَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِينٍ
Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (keterangan) yang nyata?"
31قَالَ فَأْتِ بِهِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ
Fir'aun berkata: "Datangkanlah sesuatu (keterangan) yang nyata itu, jika kamu adalah termasuk orang-orang yang benar".
32فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ
Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tiba-tiba tongkat itu (menjadi) ular yang nyata.
Asy-Syu'araIndeks Quran
227Ayat
MakkiyahRevelation
30Ayat

Terjemah — Asy-Syu'ara 30

Surat Asy-Syu'ara Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Musa berkata: "Dan apakah (kamu akan melakukan itu) kendatipun aku…

Surat Ayat 30/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu