Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Lā'in (لَئِنْ): Sungguh, jika.
- Attakhadzta (اتَّخَذْتَ): Kamu menjadikan/mengambil.
- Ilāhan (إِلٰهًا): Sesembahan/tuhan.
- Ghairī (غَيْرِي): Selain aku.
- La'aj'alannaka (لَأَجْعَلَنَّكَ): Sungguh, aku akan menjadikanmu.
- Al-masjūnīn (الْمَسْجُونِينَ): Orang-orang yang dipenjarakan/ditahan.
Tafsir Ayat:
Setelah Fir'aun kehabisan akal dan tidak mampu lagi membantah hujjah (dalil) yang disampaikan oleh Nabi Musa 'alaihissalam, ia pun berpaling dari jalan kebenaran. Ia tidak mau tunduk kepada bukti-bukti yang nyata, bahkan dengan sombong dan angkuh ia berkata kepada Musa: "Sungguh, jika engkau menjadikan sesembahan selain diriku, niscaya aku akan menjadikanmu termasuk orang-orang yang dipenjarakan."
Ini adalah ancaman yang dilontarkan Fir'aun setelah ia kalah dalam perdebatan. Ia tidak punya jawaban logis, maka ia menggunakan kekuasaan dan intimidasi untuk membungkam kebenaran. Sikap seperti ini adalah ciri khas orang-orang yang sombong dan menentang kebenaran—ketika mereka tidak mampu berdebat dengan ilmu, mereka beralih kepada ancaman dan kekerasan.
Fir'aun menganggap dirinya sebagai tuhan yang harus disembah, dan ia tidak rela ada yang disembah selain dirinya. Padahal, kekuasaan dan kerajaan yang ia miliki hanyalah titipan Allah yang Maha Kuasa. Ia lupa bahwa dirinya hanyalah makhluk yang lemah, yang tidak mampu menolak kematian atau mendatangkan manfaat bagi dirinya sendiri.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita bahwa kebenaran tidak akan pernah terkalahkan oleh ancaman dan intimidasi. Nabi Musa 'alaihissalam berdiri teguh di atas kebenaran meskipun dihadapkan pada ancaman penjara dari penguasa yang zalim. Ia tidak gentar, karena ia yakin bahwa Allah bersamanya.
Kisah ini juga mengingatkan kita bahwa kekuasaan dan harta yang dimiliki seseorang tidak menjadikannya layak untuk disembah atau dipuja melebihi Allah. Hanya Allah yang berhak disembah, dan hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan.
Bagi kita, pelajaran berharganya adalah: jangan pernah takut kepada ancaman manusia selama kita berada di atas kebenaran. Allah Maha Melihat dan Maha Menolong hamba-hamba-Nya yang beriman. Ketika kita menghadapi ujian karena mempertahankan iman, yakinlah bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan kita. Sebagaimana Allah menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun, Dia pun akan memberikan jalan keluar bagi hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai penguat iman, bahwa kebatilan pasti akan hancur, dan kebenaran akan selalu ditegakkan oleh Allah, meskipun harus melalui ujian yang berat.
📜 Ayat 27-31 — Asy-Syu'ara
Terjemah — Asy-Syu'ara 29
Surat Asy-Syu'ara Ayat 29 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar…Surat Ayat 29/227 — Asy-Syu'ara الشعراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syu'ara Dengarkan, Asy-Syu'ara Terjemah, Asy-Syu'ara mp3, Asy-Syu'ara pdf. Ayat 27–31. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








