Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَجَحَدُوا بِهَا: Mereka mengingkari dan menolak ayat-ayat (mukjizat) itu dengan lisan mereka.
- وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنفُسُهُمْ: Hati mereka telah yakin dan percaya sepenuhnya bahwa ayat-ayat itu benar berasal dari Allah.
- ظُلْمًا: Karena kezaliman dan kesewenang-wenangan mereka.
- عُلُوًّا: Karena kesombongan dan keangkuhan mereka untuk tunduk kepada kebenaran.
- عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ: Akibat akhir yang menimpa orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus Nabi Musa 'alaihissalam dengan sembilan mukjizat yang nyata dan jelas—seperti tongkat yang berubah menjadi ular, tangan yang bercahaya putih, dan berbagai tanda kebesaran lainnya—Fir'aun dan kaumnya tetap saja mengingkarinya. Mereka mengingkari dengan lisan mereka, padahal di lubuk hati mereka yang paling dalam, mereka telah yakin sepenuhnya bahwa mukjizat-mukjizat itu benar datangnya dari Allah. Keyakinan itu tertanam kuat, namun keangkuhan dan kezaliman telah membutakan mata hati mereka. Mereka menolak kebenaran bukan karena tidak tahu, melainkan karena tidak mau tunduk dan mengakui keagungan Allah. Mereka takut kehilangan kekuasaan dan kedudukan, sehingga mereka memilih untuk mengingkari apa yang sebenarnya mereka yakini.
Allah kemudian berfirman kepada Nabi Muhammad ﷺ: "Perhatikanlah wahai Rasulullah, bagaimana akibat akhir yang menimpa orang-orang yang berbuat kerusakan itu!" Mereka semua ditenggelamkan di laut, Fir'aun dan bala tentaranya binasa dalam sekejap. Keangkuhan dan kezaliman mereka tidak menyelamatkan mereka sedikit pun dari azab Allah. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi setiap orang yang merenungkan, bahwa kesombongan dan penolakan terhadap kebenaran hanya akan membawa kehancuran.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat dalam tentang pentingnya keikhlasan dalam menerima kebenaran. Betapa banyak manusia yang sebenarnya hatinya telah mengakui kebenaran Islam, namun karena ego, gengsi, atau kepentingan duniawi, mereka enggan untuk menerimanya. Padahal, kebahagiaan sejati hanya akan diraih ketika hati dan lisan kita selaras dalam menerima petunjuk Allah.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin bagi diri kita. Jangan sampai kita termasuk golongan yang mengingkari kebenaran padahal hati kita telah meyakininya. Allah Maha Melihat segala apa yang ada di dalam hati kita. Ketika kita bersungguh-sungguh mencari kebenaran dan tunduk kepada-Nya, Allah akan membukakan pintu-pintu kebaikan dan keberkahan dalam hidup kita. Sebaliknya, keangkuhan dan kezaliman hanya akan mengantarkan kita pada kerugian yang nyata, baik di dunia maupun di akhirat.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga hati kita dari sifat sombong dan ingkar, serta menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang rendah hati dan selalu tunduk kepada kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 12-16 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 14
Surat An-Naml Ayat 14 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka mengingkarinya karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati…Surat Ayat 14/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 12–16. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








