Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْعُمْيِ (al-'umyi): Orang-orang yang buta mata hatinya, tidak dapat melihat kebenaran.
- عَن ضَلَالَتِهِمْ ('an ḍalālatihim): dari kesesatan mereka.
- إِن تُسْمِعُ (in tusmi'u): kamu tidak dapat menjadikan mereka mendengar.
- مُسْلِمُونَ (muslimūn): orang-orang yang tunduk dan patuh kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sungguh engkau bukanlah orang yang mampu memberikan petunjuk kepada orang-orang yang buta mata hatinya dari kesesatan mereka. Sebagaimana orang yang buta matanya tidak dapat melihat jalan di hadapannya, demikian pula orang yang buta hatinya tidak akan dapat melihat kebenaran meskipun engkau telah berusaha semaksimal mungkin untuk menyampaikannya. Maka janganlah engkau bersedih dan menyusahkan dirimu karena mereka tidak mau beriman.
Engkau tidak akan mampu menjadikan mereka mendengar seruanmu, kecuali hanya orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan membenarkan Al-Qur'an. Mereka itulah yang mendengar dengan hati yang terbuka, lalu mereka tunduk dan patuh kepada perintah Allah dengan penuh keikhlasan. Mereka adalah orang-orang yang berserah diri kepada Allah, yang hatinya hidup dan siap menerima kebenaran.
Renungan dan Hikmah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah hakikat penting bahwa hidayah itu sepenuhnya milik Allah. Tugas kita hanyalah menyampaikan dengan sebaik-baiknya, sedangkan hasilnya kita serahkan kepada Allah. Jangan pernah berputus asa ketika dakwah kita belum membuahkan hasil, karena Allah-lah yang membolak-balikkan hati hamba-Nya.
Namun di sisi lain, ayat ini juga menjadi kabar gembira bagi orang-orang yang beriman. Mereka yang membuka hati untuk menerima ayat-ayat Allah akan mendapatkan kemudahan untuk mendengar kebenaran dan tunduk kepada-Nya. Inilah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya mendapat kebaikan.
Maka marilah kita senantiasa memohon kepada Allah agar diberikan hati yang hidup, telinga yang mendengar, dan mata yang melihat kebenaran. Dan jadilah hamba yang berserah diri, karena sesungguhnya ketenangan dan kebahagiaan sejati hanya akan diraih oleh mereka yang menyerahkan segala urusannya kepada Allah dengan penuh keikhlasan.
📜 Ayat 79-83 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 81
Surat An-Naml Ayat 81 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan kamu sekali-kali tidak dapat memimpin (memalingkan) orang-orang buta dari…Surat Ayat 81/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 79–83. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








