Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَى : Tidak dapat menjadikan orang-orang yang telah mati dapat mendengar.
- الصُّمَّ : Orang-orang tuli (yang tidak dapat mendengar).
- الدُّعَاءَ : Seruan atau ajakan.
- وَلَّوْا مُدْبِرِينَ : Berpaling dan membelakangi (menjauh sambil berpaling).
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah ﷺ, sesungguhnya engkau tidak akan mampu menjadikan orang-orang yang telah mati hatinya karena kekufuran dapat mendengar seruan kebenaran yang engkau sampaikan. Demikian pula, engkau tidak akan mampu menjadikan orang-orang yang tuli pendengarannya terhadap kebenaran dapat mendengar ajakanmu, terlebih lagi ketika mereka berpaling dan membelakangi seruanmu dengan sikap menolak dan enggan. Sebagaimana orang yang telah mati tidak mungkin dapat mendengar, dan orang tuli tidak akan menangkap suara meskipun dipanggil dari dekat—apalagi jika ia berpaling menjauh—maka demikianlah keadaan orang-orang kafir yang hatinya telah dikunci mati oleh Allah karena keingkaran mereka. Mereka tidak dapat menerima nasihat dan tidak dapat mengambil manfaat dari peringatan yang engkau sampaikan.
Allah menyebut mereka sebagai "orang mati" dan "tuli" karena mereka tidak memahami, tidak merenungkan, dan tidak mengambil pelajaran dari apa yang mereka dengar. Mereka mendengar dengan telinga, tetapi hati mereka tertutup, sehingga kebenaran tidak mampu menembus jiwa mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Ayat ini memberikan penghiburan yang sangat besar bagi para dai dan penyeru kebenaran. Bahwa tugas seorang rasul dan pendakwah hanyalah menyampaikan dengan sebaik-baiknya, bukan memastikan hasil. Hidayah sepenuhnya di tangan Allah. Maka janganlah bersedih dan jangan pula merasa gagal ketika ada sebagian manusia yang menolak kebenaran, karena hal itu sudah merupakan sunnatullah. Yang terpenting adalah keikhlasan dalam menyampaikan dan kesabaran dalam menghadapi penolakan.
Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa hati yang hidup adalah hati yang terbuka untuk menerima kebenaran, sebagaimana telinga yang sehat mampu mendengar suara. Maka jagalah hatimu agar senantiasa hidup dengan iman, dan jangan biarkan ia mati karena dosa dan kelalaian. Sesungguhnya orang yang berbahagia adalah orang yang ketika mendengar ayat-ayat Allah, hatinya bergetar dan jiwanya tunduk kepada kebenaran. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang mendengar perkataan lalu mengikuti yang terbaik di antaranya. Aamiin.
📜 Ayat 78-82 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 80
Surat An-Naml Ayat 80 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya kamu tidak dapat menjadikan orang-orang yang mati mendengar dan…Surat Ayat 80/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 78–82. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








