Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْمَلَأُ: Para pembesar dan pemuka kaum.
- هَامَانُ: Menteri dan penasihat utama Fir'aun.
- الطِّينِ: Tanah liat yang dibakar menjadi bata.
- صَرْحًا: Bangunan yang tinggi dan megah, seperti menara atau istana.
- أَطَّلِعُ: Naik ke atas untuk melihat dan mengetahui.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Fir'aun yang penuh kesombongan dan keangkuhan. Fir'aun berkata kepada para pembesar dan pemuka kaumnya: "Wahai para pembesar, aku tidak mengetahui bagi kalian suatu tuhan selain diriku sendiri." Ucapan ini menunjukkan betapa sombong dan zalimnya Fir'aun, karena dia mengklaim dirinya sebagai tuhan yang layak disembah, padahal dia hanyalah makhluk yang lemah dan fana.
Kemudian Fir'aun memerintahkan Haman, menterinya, untuk membakar tanah liat hingga menjadi bata yang keras, lalu membangunkan baginya bangunan yang sangat tinggi menjulang. Tujuannya adalah agar dia dapat naik ke atas bangunan tersebut dan melihat "Tuhan-nya Musa" yang dikabarkan oleh Nabi Musa 'alaihissalam. Fir'aun berkata: "Agar aku dapat melihat Tuhan Musa, dan sesungguhnya aku benar-benar menduga bahwa Musa itu termasuk orang-orang yang berdusta."
Ini adalah puncak kebodohan dan kesesatan Fir'aun. Dia mengira bahwa Tuhan Yang Maha Pencipta langit dan bumi itu dapat dilihat dengan mata kepala di atas bangunan yang tinggi. Dia tidak memahami bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Suci dari segala tempat dan arah, dan Dia tidak dapat dijangkau oleh penglihatan manusia di dunia ini. Fir'aun hanya mempermainkan dan menipu kaumnya dengan ucapan-ucapan kosong, agar mereka tetap berada dalam kesesatan dan tidak beriman kepada Nabi Musa 'alaihissalam.
Ayat ini mengajarkan kita tentang kebesaran Allah dan kelemahan manusia. Betapa pun tingginya bangunan yang dibuat manusia, ia tidak akan pernah bisa mencapai langit untuk "melihat" Allah. Allah Maha Tinggi dan Maha Besar, tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan-Nya. Kita sebagai hamba yang beriman hendaknya merendahkan diri di hadapan Allah, mengakui kelemahan kita, dan bersyukur karena telah diberi petunjuk untuk beriman kepada-Nya tanpa perlu melihat-Nya dengan mata kepala. Iman kepada yang gaib adalah salah satu ciri orang-orang yang bertakwa.
Kisah Fir'aun ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Kesombongan dan keingkaran hanya akan membawa kehancuran, baik di dunia maupun di akhirat. Sebaliknya, keimanan dan ketundukan kepada Allah akan membawa kebahagiaan dan keselamatan. Mari kita jadikan kisah ini sebagai renungan agar kita senantiasa rendah hati, tidak sombong dengan kekuasaan atau harta yang kita miliki, dan selalu taat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala yang telah menciptakan kita dan memberikan segala nikmat-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur dan istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 36-40 — Al-Qasas
Terjemah — Al-Qasas 38
Surat Al-Qasas Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan berkata Fir'aun: "Hai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan…Surat Ayat 38/88 — Al-Qasas القصص (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qasas Dengarkan, Al-Qasas Terjemah, Al-Qasas mp3, Al-Qasas pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








