Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَانقَلَبُوا : Mereka kembali dan berpaling dari tempat mereka berada.
- بِنِعْمَةٍ مِّنَ اللهِ : Dengan kenikmatan yang besar berupa kesehatan, keselamatan, dan pahala yang melimpah.
- وَفَضْلٍ : Dan karunia tambahan berupa keuntungan duniawi serta kemuliaan di sisi Allah.
- لَّمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ : Tidak ada sesuatu pun yang menyakiti atau menimpa mereka, baik berupa luka, kekalahan, maupun bahaya.
- رِضْوَانَ اللهِ : Keridaan Allah yang mereka kejar dengan ketaatan dan kepatuhan.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan para sahabat Rasulullah ﷺ setelah mereka kembali dari peristiwa *Hamra' al-Asad*, yaitu tindak lanjut dari Perang Uhud. Meskipun mereka baru saja mengalami ujian berat di Uhud, namun ketika Rasulullah ﷺ mengajak mereka untuk mengejar pasukan Quraisy yang hendak kembali menyerang Madinah, mereka tidak ragu-ragu dan langsung menyambut seruan tersebut dengan penuh keimanan dan keberanian.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa mereka kembali dari perjalanan tersebut dengan membawa nikmat yang agung dari Allah, yaitu berupa pahala yang besar, peningkatan derajat keimanan, dan ketenangan hati. Mereka juga memperoleh karunia (fadhl) yang melimpah, berupa keselamatan dari musuh, keuntungan dalam perdagangan yang mereka bawa, serta kemuliaan yang Allah berikan kepada mereka di hadapan musuh-musuh-Nya.
Yang lebih menakjubkan, mereka tidak disentuh oleh keburukan apa pun — tidak ada yang terbunuh, tidak ada yang terluka, dan tidak ada bahaya yang menimpa mereka. Padahal mereka keluar dalam keadaan waspada dan siap menghadapi pertempuran. Ini adalah bukti nyata bahwa Allah menjaga hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan bertawakal kepada-Nya.
Selain itu, mereka mengikuti keridaan Allah dengan menaati perintah Rasul-Nya, bersabar dalam menghadapi kesulitan, dan tetap teguh di atas ketaatan. Mereka tidak gentar meskipun musuh lebih banyak dan lebih lengkap persenjataannya. Mereka hanya mengharap wajah Allah dan rida-Nya, bukan kemuliaan duniawi semata.
Allah menutup ayat ini dengan firman-Nya: "Dan Allah memiliki karunia yang agung." Ini adalah janji dan kabar gembira bagi setiap mukmin yang menaati Allah dan Rasul-Nya, bahwa karunia Allah tidak terbatas. Barang siapa yang bertakwa dan bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya dan memberinya jalan keluar dari segala kesulitan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang keberanian, keikhlasan, dan tawakal. Ketika kita menghadapi ujian dan cobaan, janganlah kita berputus asa atau mundur dari ketaatan. Justru di saat itulah Allah menguji keimanan kita. Sebagaimana para sahabat yang keluar mengejar musuh dalam keadaan lelah dan terluka, namun mereka tetap teguh karena mengharap rida Allah — maka Allah pun memberikan mereka keselamatan, kemenangan, dan karunia yang melimpah.
Ingatlah, saudaraku, bahwa pertolongan Allah itu dekat. Barang siapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik. Barang siapa yang bersabar dan bertawakal, maka Allah akan mencukupinya. Janganlah kita takut kepada makhluk, tetapi takutlah kepada Allah. Dan janganlah kita ragu untuk berkorban di jalan-Nya, karena sesungguhnya karunia Allah itu agung dan tidak terbatas.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa mencari rida-Nya, dan semoga Allah melimpahkan kepada kita nikmat dan karunia-Nya sebagaimana yang Dia berikan kepada para sahabat Rasulullah ﷺ. Aamiin.
📜 Ayat 172-176 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 174
Surat Ali Imran Ayat 174 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari…Surat Ayat 174/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 172–176. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








