Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Yā ḥasratan: Ungkapan penyesalan dan penyesalan yang mendalam. "Ḥasrah" berarti penyesalan yang sangat besar atas sesuatu yang telah hilang atau luput.
- ‘Alāl-‘ibād: Terhadap hamba-hamba (yang dimaksud adalah orang-orang kafir yang mendustakan rasul).
- Yastahzi’ūn: Mengejek, mengolok-olok, dan mempermainkan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: *"Yā ḥasratan ‘alal-‘ibād"* — yaitu ungkapan penyesalan yang amat sangat dari para hamba yang durhaka pada hari Kiamat kelak. Saat itu mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri azab yang pedih dan dahsyat yang menanti mereka, maka menyesallah mereka sepenuh-penuhnya atas segala kelalaian dan keingkaran yang pernah mereka lakukan di dunia. Namun, penyesalan itu sudah tidak berguna lagi, karena pintu taubat telah tertutup dan azab telah pasti datang.
Kemudian Allah menjelaskan sebab mengapa mereka pantas menerima penyesalan yang begitu besar: *"Mā ya'tīhim mir rasūlin illā kānū bihī yastahzi'ūn"* — tidaklah seorang rasul pun yang datang kepada mereka dari sisi Allah, baik itu membawa kabar gembira maupun peringatan, melainkan mereka selalu menyambutnya dengan ejekan, olok-olok, dan penghinaan. Mereka tidak mau mendengarkan seruan kebenaran dengan hati yang terbuka, bahkan mereka mempermainkan para utusan Allah yang mulia.
Ini adalah gambaran nyata tentang perilaku orang-orang kafir Quraisy dan umat-umat terdahulu yang serupa. Mereka menolak petunjuk, mendustakan kebenaran, dan menghina para pembawa risalah. Maka pada hari Kiamat, ketika mereka melihat akibat buruk dari perbuatan mereka, mereka pun berteriak dengan penuh penyesalan: "Aduhai celakanya kami!" Namun, semua itu sudah terlambat.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: betapa hinanya sikap orang yang memperolok-olok kebenaran dan para pembawanya. Mereka yang di dunia sibuk mengejek dan merendahkan dakwah para rasul, justru pada akhirnya akan menuai penyesalan yang tiada berkesudahan di akhirat.
Sebaliknya, betapa beruntungnya orang-orang yang beriman, yang menyambut seruan para rasul dengan hati yang tunduk dan patuh. Mereka tidak sibuk memperdebatkan hal-hal yang remeh, tetapi segera mengambil pelajaran dan mengamalkan apa yang disampaikan. Mereka itulah yang akan selamat dari penyesalan yang abadi.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai peringatan bagi diri kita masing-masing. Jangan sampai kita termasuk golongan yang suka meremehkan ajaran agama, mengolok-olok orang-orang saleh, atau menolak nasihat yang datang kepada kita. Karena hari ini kita masih diberi kesempatan untuk bertaubat dan memperbaiki diri, tetapi esok di akhirat, pintu penyesalan sudah tertutup rapat.
Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat sombong dan keras kepala yang menyebabkan seseorang enggan menerima kebenaran, dan semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang menyambut setiap seruan kebaikan dengan hati yang lapang dan penuh keimanan. Aamiin.
📜 Ayat 28-32 — Yasin
Terjemah — Yasin 30
Surat Yasin Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang rasulpun…Surat Ayat 30/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








