Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- A lam yarau (أَلَمْ يَرَوْا): Tidakkah mereka melihat dan merenungkan?
- Kam ahlakna (كَمْ أَهْلَكْنَا): Betapa banyak yang telah Kami binasakan.
- Al-qurūn (الْقُرُونِ): Umat-umat atau generasi-generasi terdahulu.
- Lā yarji‘ūn (لَا يَرْجِعُونَ): Mereka tidak akan kembali lagi (ke dunia).
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama firman Allah yang agung ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: *"Tidakkah mereka melihat betapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, dan bahwasanya mereka tidak akan kembali lagi kepada mereka?"*
Ayat yang mulia ini adalah teguran halus namun tegas dari Allah kepada orang-orang yang mendustakan para rasul, khususnya penduduk Mekah yang sombong dan enggan menerima kebenaran. Allah mengajak mereka untuk membuka mata hati dan merenungkan sejarah. Tidakkah mereka melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana umat-umat terdahulu — seperti kaum Nuh, 'Ad, Tsamud, dan lainnya — yang jauh lebih kuat, lebih kaya, dan lebih hebat peradabannya, telah Allah binasakan karena keingkaran mereka? Mereka semua telah mati dan tidak akan pernah kembali lagi ke dunia ini.
Allah menegaskan bahwa orang-orang yang telah binasa itu tidak akan kembali kepada mereka — maksudnya, tidak akan kembali ke dunia untuk kedua kalinya. Mereka telah pergi menghadap Rabb mereka dan akan menerima balasan atas segala amal perbuatan mereka. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga: bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, dan setiap jiwa pasti akan merasakan kematian. Tidak ada seorang pun yang dapat lari dari ketentuan Allah.
Renungkanlah wahai saudaraku, betapa banyaknya bangsa-bangsa besar yang pernah berkuasa di muka bumi ini, namun kini tinggal nama dan kisah. Mereka tidak bisa kembali untuk memperbaiki kesalahan atau menebus dosa-dosa mereka. Inilah peringatan bagi kita yang masih hidup: janganlah kita tertipu oleh kemewahan dunia dan kekuasaan sesaat, karena semua itu akan sirna. Yang kekal hanyalah amal shalih dan ketakwaan kepada Allah.
Ayat ini juga mengajak kita untuk senantiasa mengambil pelajaran ('ibrah) dari sejarah. Sejarah bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan cermin bagi kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Betapa indahnya jika kita menjadi hamba yang cerdas, yang mampu melihat kebinasaan umat terdahulu sebagai peringatan agar kita segera kembali kepada Allah, memperbaiki diri, dan meningkatkan keimanan serta ketakwaan.
Saudaraku, marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa kehidupan dunia ini sangat singkat dan fana. Janganlah kita menjadi orang yang lalai, baru tersadar ketika ajal telah menjemput, saat penyesalan sudah tidak berguna lagi. Mari kita manfaatkan waktu yang ada untuk beribadah kepada Allah, berbuat kebaikan kepada sesama, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat yang kekal. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus dan menjauhkan kita dari kebinasaan sebagaimana umat-umat terdahulu yang ingkar. Aamiin.
📜 Ayat 29-33 — Yasin
Terjemah — Yasin 31
Surat Yasin Ayat 31 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah…Surat Ayat 31/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 29–33. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








