Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Mubasysyirīn: Para utusan yang menyampaikan kabar gembira berupa pahala dan surga bagi orang-orang yang beriman dan taat.
- Mundzirīn: Para utusan yang memberikan peringatan akan azab dan siksa bagi orang-orang yang kufur dan bermaksiat.
- Ḥujjah: Alasan atau dalih yang dapat dijadikan pembelaan.
- ‘Azīz: Maha Perkasa, tidak terkalahkan, dan tidak ada yang dapat menghalangi kehendak-Nya.
- Ḥakīm: Maha Bijaksana dalam segala ketetapan, pengaturan, dan takdir-Nya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutus para rasul kepada umat manusia dengan dua tugas mulia: *pertama*, menyampaikan kabar gembira kepada siapa saja yang beriman dan beramal saleh, bahwa mereka akan memperoleh pahala yang besar dan kebahagiaan abadi di surga. *Kedua*, memberi peringatan kepada siapa saja yang ingkar dan berpaling, bahwa mereka akan menghadapi azab yang pedih.
Pengutusan para rasul ini memiliki hikmah yang agung, yaitu agar tidak ada seorang pun yang bisa mengajukan alasan atau dalih di hadapan Allah pada hari kiamat kelak dengan berkata, "Ya Rabb kami, Engkau tidak mengutus kepada kami seorang rasul pun, sehingga kami tidak mengetahui apa yang Engkau perintahkan dan apa yang Engkau larang." Maka dengan diutusnya para rasul, hujjah (alasan) tersebut menjadi gugur, dan tidak ada lagi celah bagi siapa pun untuk berdalih.
Ayat ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak akan menyiksa suatu kaum sebelum diutusnya rasul kepada mereka, sebagaimana firman-Nya: *"Dan Kami tidak akan mengazab sebelum Kami mengutus seorang rasul."* (Al-Isra': 15). Ini adalah keadilan Allah yang sempurna.
Dan Allah adalah Maha Perkasa yang tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalahkan kehendak-Nya, serta Maha Bijaksana dalam segala yang Dia tetapkan, termasuk dalam mengutus para rasul dengan cara dan waktu yang paling tepat.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dia tidak membiarkan manusia berjalan dalam kegelapan tanpa petunjuk. Dia mengutus para rasul sebagai pembawa cahaya, agar manusia tidak tersesat dan tidak memiliki alasan di hadapan-Nya. Ini adalah bukti cinta Allah yang begitu dalam kepada kita.
Maka, wahai saudaraku, betapa beruntungnya kita yang telah menerima risalah para nabi, terlebih lagi risalah Nabi Muhammad ﷺ yang sempurna dan abadi. Janganlah kita sia-siakan nikmat yang agung ini. Sambutlah seruan para rasul dengan iman dan amal saleh, agar kita termasuk golongan yang berbahagia di dunia dan akhirat. Dan ingatlah, bahwa tidak ada alasan bagi kita untuk bermaksiat, karena peringatan telah datang, dan kabar gembira pun telah disampaikan. Maka pilihan ada di tangan kita: menjadi hamba yang bersyukur atau yang ingkar. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung.
📜 Ayat 163-167 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 165
Surat Ayat 165/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 163–167. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








