Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- ʿUdwānan (عُدْوَانًا): Melampaui batas, yaitu sengaja melanggar ketentuan syariat tanpa rasa takut dan tanpa alasan yang dibenarkan.
- Ẓulman (ظُلْمًا): Meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, yaitu mengambil hak orang lain secara batil dan aniaya.
- Nuṣlīhi (نُصْلِيهِ): Kami akan memasukkannya ke dalam api dan membakarnya dengan panas yang sangat menyiksa.
- Yasīran (يَسِيرًا): Mudah dan ringan bagi Allah, tidak ada kesulitan sedikit pun bagi-Nya untuk melakukannya.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba Allah yang dikasihi, renungkanlah ayat yang agung ini! Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa siapa saja yang melakukan perbuatan-perbuatan yang telah diharamkan-Nya—seperti memakan harta orang lain dengan cara yang batil, mencuri, merampas, menipu, atau bahkan membunuh jiwa yang diharamkan—dengan sikap melampaui batas dan penuh kezaliman, bukan karena ketidaktahuan atau lupa, maka sungguh ia telah menentang Allah dengan sengaja.
Orang yang demikian keadaannya, Allah akan memasukkannya ke dalam api neraka yang menyala-nyala. Ia akan merasakan panasnya yang membakar, merana dalam siksa yang pedih, dan tidak ada seorang pun yang mampu menolongnya. Dan yang lebih menakutkan lagi, semua itu bagi Allah adalah perkara yang sangat mudah. Tidak ada yang sulit bagi Allah untuk menghukum hamba-Nya yang durhaka, karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, tidak ada yang melemahkan-Nya di langit maupun di bumi.
Saudaraku yang beriman, betapa banyak manusia yang tertipu oleh dunia! Mereka mengira bahwa harta yang dikumpulkan dengan cara haram akan memberi kebahagiaan, padahal ia menjadi bara api di perutnya kelak. Mereka mengira kezaliman adalah kekuatan, padahal ia adalah kehinaan di sisi Allah. Sungguh, Allah Maha Melihat setiap perbuatan hamba-Nya, dan tidak ada satu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.
Maka marilah kita jauhi segala bentuk pelanggaran syariat, baik yang tampak maupun tersembunyi. Jagalah tangan, lisan, dan hati kita dari perkara yang diharamkan. Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tempat kembali yang kekal. Barang siapa yang bertakwa dan menjauhi larangan-Nya, maka baginya surga yang penuh kenikmatan. Dan barang siapa yang melanggar dengan sengaja dan zalim, maka neraka adalah balasannya—semoga Allah melindungi kita semua darinya.
Ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas sekaligus rahmat bagi kita, karena Allah masih memberi kesempatan untuk bertobat sebelum ajal menjemput. Maka bersegeralah kembali kepada Allah, perbaikilah diri, dan jauhilah segala yang Dia benci. Sungguh, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 28-32 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 30
Surat An-Nisa Ayat 30 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka…Surat Ayat 30/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 28–32. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








