Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Ūlil-amri: Para pemimpin atau penguasa yang memegang urusan kaum muslimin, baik itu pemimpin pemerintahan, hakim, maupun ulama yang menjadi rujukan.
- Tanāza'tum: Perselisihan atau perbedaan pendapat di antara kalian.
- Ruddūhu: Kembalikanlah perkara tersebut.
- Ta'wīlan: Akibat, kesudahan, atau hasil akhir yang baik.
Tafsir Ayat:
Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya! Taatilah Allah dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Dan taatilah Rasulullah ﷺ dalam segala perkara yang beliau bawa, baik berupa perintah, larangan, petunjuk, maupun teladan. Serta taatilah para pemimpin kalian dari kalangan umat Islam—selama mereka memerintahkan hal-hal yang sesuai dengan syariat Allah dan tidak bertentangan dengan perintah Rasul-Nya. Ketaatan kepada pemimpin adalah bagian dari ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya, selama tidak dalam kemaksiatan.
Apabila kalian berselisih pendapat dalam suatu perkara—baik dalam urusan agama maupun dunia—maka kembalikanlah perselisihan itu kepada Kitab Allah (Al-Qur'an) dan Sunnah Rasul-Nya ﷺ. Pada masa hidup beliau, rujukan langsung kepada beliau; dan setelah beliau wafat, rujukan kepada sunnah beliau yang suci. Inilah bukti nyata keimanan kalian kepada Allah dan Hari Akhir. Barangsiapa benar-benar beriman, maka ia akan rela menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai hakim tertinggi dalam setiap perselisihan.
Sesungguhnya mengembalikan segala perkara kepada Al-Qur'an dan Sunnah itu lebih baik bagi kalian daripada terus-menerus dalam perselisihan atau berpegang pada pendapat pribadi yang jauh dari petunjuk wahyu. Ia juga lebih indah akibatnya dan lebih mulia kesudahannya di dunia maupun di akhirat.
Hikmah dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat yang mulia ini adalah fondasi agung bagi kehidupan umat Islam. Allah mengajarkan kita sebuah sistem yang sempurna: taat kepada Allah, taat kepada Rasul, dan taat kepada pemimpin selama dalam ketaatan. Namun ketika terjadi perbedaan, Allah tidak membiarkan kita bingung—Dia menunjukkan jalan keluar yang terang, yaitu kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
Betapa indahnya Islam! Ia tidak pernah membiarkan umatnya terombang-ambing dalam kebingungan. Setiap masalah pasti ada rujukannya. Maka jadilah hamba yang mencintai Al-Qur'an dan Sunnah, karena di sanalah cahaya petunjuk dan ketenangan hati. Dengan berpegang teguh pada keduanya, hidup kita akan terarah, perselisihan dapat diselesaikan dengan adil, dan hati menjadi tenang karena yakin bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang berpegang pada petunjuk-Nya. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang istiqamah di atas Al-Qur'an dan Sunnah, serta memberikan kita pemimpin-pemimpin yang adil dan mencintai syariat-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 57-61 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 59
Surat Ayat 59/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 57–61. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








