Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الطَّاغُوتِ (Ath-Thaghut): Segala sesuatu yang melampaui batas dalam kezaliman dan kesesatan, baik berupa berhala, dukun, pemimpin zalim, maupun hukum buatan manusia yang bertentangan dengan syariat Allah.
- يَتَحَاكَمُوا (Yatahakamu): Mengajukan perkara atau perselisihan untuk diputuskan hukumnya.
- ضَلَالًا بَعِيدًا (Dhalalan ba'idan): Kesesatan yang sangat jauh dari kebenaran, tidak ada harapan untuk kembali ke jalan yang lurus.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, tidakkah engkau melihat dan merasa heran terhadap orang-orang munafik yang mengaku-ngaku beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadamu dan kepada kitab-kitab suci yang diturunkan kepada para rasul sebelummu? Mereka mengaku beriman, namun nyatanya mereka justru ingin mengajukan perselisihan dan perkara mereka kepada hukum-hukum batil buatan manusia yang menyimpang dari syariat Allah — inilah yang disebut *thaghut*.
Padahal Allah telah memerintahkan mereka untuk mengingkari dan menjauhi segala bentuk thaghut tersebut. Namun mereka tetap berpaling dan memilih hukum yang menyesatkan itu. Ini adalah bukti nyata bahwa pengakuan iman mereka hanyalah kebohongan belaka, karena iman yang sejati menuntut kepatuhan penuh kepada syariat Allah dalam segala aspek kehidupan.
Setan terus membisikkan dan menghiasi perbuatan mereka sehingga mereka semakin jauh tersesat dari jalan kebenaran, tenggelam dalam kesesatan yang sangat dalam dan tidak ada cahaya petunjuk di dalamnya.
Sungguh, ayat ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Iman yang benar bukan sekadar pengakuan di lisan, melainkan keyakinan yang dibuktikan dengan ketaatan dan kepatuhan kepada hukum Allah dalam setiap urusan, baik yang besar maupun yang kecil. Barangsiapa yang mengaku beriman tetapi lebih memilih hukum buatan manusia yang bertentangan dengan syariat Allah, maka ia telah berdusta dalam pengakuannya dan membuka pintu kesesatan bagi dirinya sendiri.
Marilah kita renungkan bersama, betapa indahnya Islam yang mengajarkan kita untuk kembali kepada hukum Allah dalam setiap perselisihan. Di situlah terdapat keadilan sejati, ketenangan hati, dan keberkahan hidup. Jauhilah segala bentuk thaghut, karena ia adalah jalan setan yang menyeret manusia ke jurang kesesatan yang tiada berujung. Semoga Allah senantiasa meneguhkan hati kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesesatan.
📜 Ayat 58-62 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 60
Surat An-Nisa Ayat 60 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman…Surat Ayat 60/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 58–62. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








