Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- Al-Hasanah (الحسنة): Segala bentuk kebaikan, kenikmatan, keberkahan, dan hal-hal yang menyenangkan.
- As-Sayyi'ah (السيئة): Segala bentuk keburukan, musibah, kesulitan, dan hal-hal yang tidak menyenangkan.
- Syahidan (شهيدًا): Saksi yang menyaksikan dan membuktikan kebenaran.
Tafsir Ayat:
Wahai manusia, segala kebaikan dan kenikmatan yang engkau peroleh—baik berupa rezeki yang melimpah, kesehatan yang prima, keturunan yang saleh, maupun kebahagiaan dalam hidup—semuanya berasal dari Allah semata. Itu adalah karunia dan anugerah-Nya yang diberikan dengan penuh kasih sayang, bukan karena kehebatan atau usaha dirimu semata. Allah berfirman dengan tegas bahwa kebaikan itu murni dari-Nya, sebagai bentuk keutamaan dan kemurahan-Nya.
Adapun segala keburukan, musibah, atau kesulitan yang menimpamu—baik berupa kegagalan, kehilangan, penyakit, atau ujian hidup lainnya—itu berasal dari dirimu sendiri. Hal itu disebabkan oleh dosa-dosa dan kesalahan yang telah engkau perbuat dengan tanganmu sendiri. Ini bukan berarti Allah tidak berkuasa atas segala sesuatu, tetapi ini adalah keadilan Allah yang Maha Bijaksana: setiap akibat buruk yang menimpa manusia adalah buah dari perbuatan buruknya sendiri. Sebagaimana firman Allah: "Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)." (QS. Asy-Syura: 30)
Kemudian Allah berfirman kepada Nabi Muhammad ﷺ: "Dan Kami mengutusmu kepada seluruh umat manusia sebagai Rasul." Ini adalah penghormatan dan tugas mulia yang diberikan Allah kepada Nabi-Nya. Beliau diutus bukan hanya untuk satu kaum atau satu masa, melainkan untuk seluruh manusia di segala penjuru bumi hingga akhir zaman. Beliau membawa risalah yang sempurna, yaitu Islam, sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Dan cukuplah Allah menjadi saksi atas kebenaran risalah yang engkau bawa, wahai Rasulullah. Allah menyaksikan dengan ilmu dan kekuasaan-Nya bahwa engkau benar-benar utusan-Nya. Allah telah memperkuat dakwahmu dengan mukjizat-mukjizat dan bukti-bukti yang nyata, sehingga tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang-orang yang berakal tentang kebenaran kenabianmu.
Hikmah dan Pelajaran Berharga:
Ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip agung dalam kehidupan: jangan pernah berbangga diri ketika mendapat kebaikan, dan jangan pernah berputus asa ketika tertimpa musibah. Ketika kita mendapat nikmat, hendaknya kita bersyukur kepada Allah dan menyadari bahwa semua itu semata-mata karunia-Nya. Ketika kita tertimpa musibah, hendaknya kita bermuhasabah (introspeksi diri), memperbaiki diri, dan kembali kepada Allah dengan taubat yang tulus.
Ini adalah rahmat Allah yang sangat besar! Bayangkan, jika setiap musibah yang menimpa kita adalah akibat dosa kita, maka Allah dengan kasih sayang-Nya masih memberi kita kesempatan untuk memperbaiki diri. Bahkan dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman: "Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan, maka ia akan mendapat sepuluh kali lipat kebaikan, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka ia akan dibalas dengan satu kejahatan yang setimpal, dan Aku tidak akan menghalangi hamba-Ku dari ampunan-Ku selama ia memohon ampun kepada-Ku."
Maka marilah kita senantiasa bersyukur atas setiap nikmat, bersabar atas setiap ujian, dan senantiasa beristighfar memohon ampunan Allah. Karena dengan begitu, kita akan merasakan kedamaian hati dan kelapangan dada dalam menjalani kehidupan ini. Dan ketahuilah, Allah selalu bersama hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa.
📜 Ayat 77-81 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 79
Surat An-Nisa Ayat 79 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan…Surat Ayat 79/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 77–81. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








