Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- لَا يَسْأَمُ : Tidak pernah bosan atau jemu.
- دُعَاءِ الْخَيْرِ : Permohonan akan kebaikan, seperti harta, kesehatan, keturunan, dan berbagai nikmat duniawi.
- مَسَّهُ الشَّرُّ : Ditimpa oleh keburukan, seperti kemiskinan, penyakit, atau kesulitan hidup.
- يَئُوسٌ : Sangat berputus asa dari rahmat Allah.
- قَنُوطٌ : Putus harapan yang disertai dengan prasangka buruk kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan dengan jujur tentang tabiat kebanyakan manusia ketika berhadapan dengan dua keadaan yang berbeda dalam hidupnya.
Pertama, ketika manusia berada dalam kelapangan dan kemudahan, ia tidak pernah merasa bosan untuk terus-menerus memohon kebaikan kepada Allah. Ia selalu ingin tambah harta, tambah kesehatan, tambah pangkat, tambah keturunan, dan seterusnya. Ia tidak pernah merasa cukup dan tidak pernah jemu berdoa meminta kebaikan duniawi. Ini menunjukkan betapa cintanya manusia kepada dunia dan betapa kuatnya keinginan untuk mengumpulkan segala kesenangan.
Kedua, ketika manusia ditimpa oleh keburukan atau kesulitan — entah itu kemiskinan, penyakit, kegagalan, atau musibah lainnya — maka ia berubah drastis. Ia menjadi sangat berputus asa dari rahmat Allah. Ia kehilangan harapan, bahkan berprasangka buruk kepada Tuhannya. Ia merasa seolah-olah tidak ada jalan keluar lagi, dan ia menganggap bahwa Allah telah meninggalkannya.
Sungguh, ini adalah gambaran yang sangat menyedihkan tentang kelemahan manusia ketika tidak dihiasi oleh iman yang kokoh. Namun, Islam datang untuk mengajarkan kita agar tidak menjadi seperti itu. Sebagai seorang mukmin, kita diajarkan untuk tetap bersyukur di kala lapang dan tetap bersabar serta berharap kepada Allah di kala sempit.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, janganlah engkau termasuk golongan yang berputus asa ketika ditimpa ujian. Sesungguhnya rahmat Allah sangat luas, dan pintu taubat serta harapan tidak pernah tertutup bagi hamba-Nya. Allah berfirman: *"Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada yang berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."* (QS. Yusuf: 87).
Maka jadilah hamba yang seimbang: rajin memohon kebaikan di waktu lapang, dan tetap penuh harap serta husnuzhan kepada Allah di waktu sempit. Karena sesungguhnya di balik setiap kesulitan ada kemudahan, dan di balik setiap ujian ada hikmah yang besar. Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang beriman.
📜 Ayat 47-51 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 49
Surat Fussilat Ayat 49 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka…Surat Ayat 49/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 47–51. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








