Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- "Wa dhalla" artinya hilang dan lenyap, tidak dapat memberikan pertolongan.
- "Yad'uuna" artinya mereka sembah dan mereka panggil-panggil (beribadah kepada).
- "Zhannuu" di sini bermakna yakin dan pasti mengetahui.
- "Mahiish" artinya tempat berlindung, jalan keluar, atau tempat lari dari azab.
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, ketika azab Allah telah datang dan mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri segala apa yang dahulu mereka ingkari, maka lenyaplah segala harapan mereka. Segala sesembahan yang dahulu mereka puja dan panggil di dunia—baik berupa berhala, patung, atau makhluk-makhluk yang mereka agungkan—semuanya hilang dari sisi mereka dan tidak mampu memberikan pertolongan sedikit pun. Mereka sadar bahwa semua yang mereka sembah itu hanyalah makhluk yang lemah, tidak kuasa menolak azab, tidak kuasa memberikan syafaat, dan tidak kuasa menyelamatkan mereka.
Pada saat itulah mereka dihinggapi keyakinan yang pasti—bukan sekadar prasangka—bahwa tidak ada satu pun tempat berlindung, tidak ada jalan keluar, dan tidak ada tempat lari dari azab Allah. Semua pintu telah tertutup, semua harapan telah putus, dan tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan mereka dari siksa yang pedih.
Inilah gambaran penyesalan yang paling dalam bagi orang-orang yang di dunia menyembah selain Allah. Mereka mengira sesembahan itu akan menjadi penolong di akhirat, tetapi ternyata semua itu hanyalah fatamorgana yang menipu.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini memberikan pelajaran yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang menggantungkan harapan kepada selain Allah—kepada harta, pangkat, jabatan, pasangan, atau bahkan kepada "orang-orang saleh" yang mereka yakini bisa menyelamatkan mereka. Padahal, pada hari kiamat nanti, semua itu akan hilang dan tidak mampu memberikan manfaat sedikit pun.
Maka, mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa memurnikan ibadah dan harapan kita hanya kepada Allah semata. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang baru tersadar ketika semuanya telah terlambat. Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, pintu taubat masih terbuka selama kita masih di dunia. Mari kita perbanyak istighfar, perbaiki ibadah, dan dekatkan diri kepada-Nya, agar kita termasuk hamba-hamba yang selamat dan berbahagia di akhirat kelak. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 46-50 — Fussilat
Terjemah — Fussilat 48
Surat Fussilat Ayat 48 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan hilang lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka sembah…Surat Ayat 48/54 — Fussilat فصلت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Fussilat Dengarkan, Fussilat Terjemah, Fussilat mp3, Fussilat pdf. Ayat 46–50. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








