Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Āyātinā: Tanda-tanda kekuasaan Kami yang berupa mukjizat-mukjizat yang nyata.
- Fir‘aun: Raja Mesir pada zaman Nabi Musa yang sangat zalim dan mengaku dirinya sebagai tuhan.
- Mala’ihi: Para pemuka, pembesar, dan tokoh-tokoh terkemuka dari kaumnya yang menjadi penasihat dan pendukung kekuasaannya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta’ala menyampaikan sebuah kabar yang sangat penting kepada kita semua, yaitu tentang diutusnya Nabi Musa ‘alaihissalam kepada Fir‘aun dan para pembesarnya. Ini adalah sebuah pelajaran besar dan penghibur bagi Nabi Muhammad ﷺ, bahwa perjuangan para rasul dalam menghadapi kaum yang ingkar memang sudah menjadi sunnatullah sejak dahulu kala.
Allah mengutus Nabi Musa dengan membawa bukti-bukti yang sangat kuat dan nyata, berupa sembilan mukjizat yang agung, seperti tongkat yang berubah menjadi ular besar, tangan yang bercahaya putih, dan berbagai tanda kekuasaan Allah lainnya. Semua itu diberikan agar Fir‘aun dan para pemuka kaumnya dapat melihat kebenaran dengan mata kepala mereka sendiri.
Ketika Nabi Musa datang menghadap mereka, beliau tidak gentar sedikit pun di hadapan penguasa yang sangat kejam itu. Dengan penuh keyakinan dan keberanian yang bersumber dari keimanan, beliau menyampaikan risalah yang sangat tegas: *"Sesungguhnya aku adalah utusan Tuhan semesta alam."* Beliau tidak berkata "utusan tuhan Mesir" atau "utusan tuhanmu", tetapi beliau menyebut Rabb al-‘Alamin — Tuhan yang menguasai dan memelihara seluruh alam semesta, termasuk Fir‘aun sendiri dan seluruh kerajaannya yang megah.
Namun, betapa menyedihkannya, ketika Nabi Musa datang membawa kebenaran yang sangat jelas dan bukti-bukti yang tidak bisa dibantah, Fir‘aun dan para pembesarnya justru menertawakannya. Mereka menganggap remeh dan memperolok-olok seruan tauhid ini. Padahal, di balik semua mukjizat itu terdapat kekuasaan Allah yang Maha Dahsyat.
Pesan Dakwah dan Pelajaran Berharga:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini bukan sekadar cerita sejarah masa lampau, melainkan cermin bagi kita semua. Jika Nabi Musa saja harus berhadapan dengan penguasa yang sangat zalim dan sombong, maka kita sebagai umat Islam hendaknya tidak pernah takut untuk menyampaikan kebenaran, meskipun harus berhadapan dengan kekuatan duniawi yang tampak besar.
Ketahuilah bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Fir‘aun dengan segala kekuasaannya akhirnya tenggelam di lautan, sementara Nabi Musa dan pengikutnya diselamatkan. Ini menunjukkan bahwa kekuatan yang hakiki bukanlah pada banyaknya pasukan atau luasnya kerajaan, melainkan pada pertolongan Allah Yang Maha Kuasa.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai motivasi untuk senantiasa berani berkata benar, berpegang teguh pada agama Allah, dan tidak pernah gentar menghadapi tantangan dakwah. Sesungguhnya janji Allah itu pasti, dan pertolongan-Nya sangat dekat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Semoga kita termasuk golongan yang istiqamah di jalan para rasul, dan kelak dikumpulkan bersama mereka di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 44-48 — Az-Zukhruf
Terjemah — Az-Zukhruf 46
Surat Az-Zukhruf Ayat 46 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesunguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami…Surat Ayat 46/89 — Az-Zukhruf الزخرف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Az-Zukhruf Dengarkan, Az-Zukhruf Terjemah, Az-Zukhruf mp3, Az-Zukhruf pdf. Ayat 44–48. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








